Oleh: ahita | Oktober 12, 2009

OBAT HERBAL UNTUK ANAK-ANAK

Kekayaan rempah-rempah Indonesia tak dapat dipungkiri banyaknya. Rempah yang begitu melimpah selain untuk bumbu masak, dapat juga dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit, yang biasa kita sebut pengobatan herbal. Jika dibandingkan dengan pengobatan kimiawi, pengobatan herbal relatif aman untuk dikonsumsi sekaligus juga meminimalisir adanya efek samping. Berikut ini rempah-rempah yang dapat digunakan dalam pengobatan herbal untuk penyakit pada anak-anak :

1. Kunyit (kunir)
Untuk diare, 1/2 jari kunyit dan 3 lembar daun jambu biji muda segar dihaluskan, campur dengan 1/2 cangkir air, lalu diperas. Setelah disaring, diminumkan pada anak . Untuk kulit berjamur atau becak putih jamur/ruam popok karena pemakaian diapers, parut kunyit lalu oleskan.

2. Jahe
Untuk menghilangkan masuk angin, perut kembung dan kolik pada anak.Caranya, 1/4 sendok teh bubuk jahe kering dilarutkan dalam 1/2 cangkir air panas. Berikan 1-2 kali per hari sesuai umurnya.

3. Jeruk Nipis
Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit.
Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt. Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas /cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.

4. Daun jambu Biji (jambu klutuk, jambu batu)
Untuk diare, 3 lembar daun jambu biji muda dan segar dicuci bersih, tumbuk halus, beri 1/2 cangkir air matang hangat, diperas dan diambil airnya.Beri garam secukupnya sebelum diminumkan pada anak.Air perasan diberikan pada anak sekehendaknya.

5. Kemiri
Berkhasiat menyuburkan rambut bayi. Caranya, minyak kemiri dioleskan pada kepala bayi/anak sambil dipijat perlahan setiap malam. Pagi hari rambut disampo dan dibilas dengan air hangat hingga bersih. Minyak kemiri ini lebih baik yang sudah jadi.

6. Bawang Merah
Untuk menurunkan demam, parut bawang merah secukupnya, balurkan di tubuh bayi/anak.Untuk borok, 3 siung bawang merah dan 2 jari rimpang kunyit dicuci,diparut, lalu dicampur dengan 2 sendok minyak kelapa baru. Hangatkan diatas api kecil sambil diaduk.Setelah dingin, oleskan pada bagian tubuh yang sakit sebanyak 2 kali sehari.Untuk masuk angin, 8 siung bawang merah, dicuci, tumbuk halus, campurdengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan di unggung, leher, perut dan kaki.

7. Daun pepaya.
Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria, panas,beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.

8. Temulawak (koneng gede)
Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawan 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis,rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu.Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan.Aturan minum 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.

9. Kencur
Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari. 

10. Belimbing wuluh (belimbing asam, belimbing buluk)
Biasanya digunakan untuk obat batuk anak. Caranya, kukus (dalam panci kecil tertutup selama beberapa jam) satu genggam (sekitar 11-12 gram) bunga belimbing wuluh segar, 5 butiradas, 1 sendok makan gula batu dan 1/2 gelas air. Saring dan minumkan 2-3 kali per hari dengan dosis sesuai usia anak.

11. Mengkudu (pace)
Untuk meringankan perut kembung pada bayi. Caranya, panaskan daun mengkudu diatas api beberapasaat, lalu olesi minyak kelapa segar / yang baru. Tempelkan pada perut anak sewaktu hangat. Bisa diulang beberapa kali.

12. Air Kelapa Muda
Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, sekendak anak.

13. Brotowali (Putrawali, andawali)
Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.

14. Kentang
Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.

15. Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)
Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari,balurkan parutan banglai segal di kening dan badan anak.

16. Minyak zaitun
Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle crap),sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.

17. Lidah buaya
Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita luka
bakar.

18. Adas (fennel)
Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran sesuai umurnya.

Nb: obat herbal di atas dapat juga digunakan untuk orang dewasa.

Oleh: ahita | Agustus 19, 2009

Tips Menyusui Ketika Puasa

Bulan ramadhan tahun lalu, aku sebulan penuh tidak berpuasa. Karena pada saat itu kandunganku sudah memasuki bulan ke 8. agar kebutuhan gizi bayiku terpenuhi tentunya. Tapi untuk bulan puasa kali ini aku berharap bisa berpuasa kembali. Kalau boleh jujur, sangatlah menyedihkan apabila kita harus melewati bulan ramadhan tanpa berpuasa.

Dan untuk hal ini aku sudah mulai bergerilya mencari referensi agar anakku tetap tercukupi kebetuhan susunya. Apalagi my andra tercinta tidak mau ngedot. Menurut artikel yang aku baca, berpuasa sebenarnya hanya mengubah jadwal makan. Khusus untuk ibu menyusui, asupan makanan yang dikonsumsi selama berpuasa bisa dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50% karbohidrat, 30% protein, dan 10-20% lemak.

Namun sebagai catatan penting bagi ibu menyusui yang berniat berpuasa, kita harus tetap memperhatikan kesiapan fisik dan mental ibu dan bayi kita. Apabila sekiranya akan membuat bayi sakit ataupun si ibu terlalu kelelahan lebih baik tidak berpuasa lho. Islam memberi kelonggaran untuk kasus yang satu ini.oke .

Kemudian, hal-hal berikut dapat dilakukan untuk memastikan bahwa produksi ASI selama ibu berpuasa tetap lancar dan berkualitas:

1. Asupan menu dengan gizi seimbang

Ibu yang sedang menyusui memang membutuhkan tambahan sekitar 700 kalori perhari, 500 kalori diambil dari makanan ibu dan 200 kalori diambil dari cadangan lemak dalam tubuh ibu. Oleh karena itu, penting bagi ibu menyusui yang sedang berpuasa untuk tetap mempertahankan pola makan 3x sehari dengan menu gizi seimbang. Pada saat sahur, ketika berbuka puasa dan menjelang tidur sesudah shalat tarawih.

2. Perbanyak konsumsi cairan dan minuman hangat.

Minum air putih minimal dua liter dalam sehari, ditambah dengan juice buah, teh manis hangat dan susu. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil dan menyusui. Berbuka puasa dengan minum minuman hangat, akan merangsang kelancaran ASI bagi ibu menyusui.

3. Istirahat yang cukup

Merasa lemas saat berpuasa itu hal yang lumrah, apalagi jika si ibu baru saja menyusui. Cobalah untuk beristirahatlah sejenak, apakah dengan cara tidur atau sekadar relaks menenangkan pikiran. Perlu ibu menyusui ketahui, bahwa semakin sering payudara dihisap oleh bayi, maka produksi ASI akan semakin banyak. Jadi, bila selama puasa ibu tetap rajin menyusui, ASI akan tetap lancar.

4. Untuk Ibu Bekerja

Ibu bekerja yang memerah ASI di tempat kerjanya disarankan untuk tetap melakukan kegiatan memerah ASI seperti biasa dengan tetap memperhatikan tips-tips seperti yang sudah disebutkan diatas ini. Kembali berpegang pada prinsip demand and supply, semakin banyak ASI dikeluarkan maka semakin banyak ASI yang akan diproduksi. Apabila ibu menyusui yang biasa memerah menghentikan kegiatan memerahnya selama bulan puasa, maka ASI yang diproduksi dapat berkurang, yang bukan disebabkan oleh kegiatan berpuasa tetapi karena mengurangi kegiatan memerah tadi.

Bagaimanapun, mendapatkan ASI adalah hak bayi. Jadi, dahulukan kepentingan bayi. Untuk ibu yang memiliki bayi di bawah 6 bulan, memang dianjurkan untuk tidak berpuasa karena bayi sedang dalam tahap ASI Eksklusif dan belum memperoleh makanan tambahan apapun kecuali ASI.

So, karena my andra sudah hampir 10 bulan, aman-aman aja untuk aku berpuasa di bulan ramadhan kali ini. Hore….aku biasa puasa lagi. Semoga semuanya lancar dan membawa barokah dunia akhirat. Amien

Untuk sekedar referensi ini ada sebuah menu untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui selama berpuasa.

SAHUR: #1 gelas susu #1 porsi nasi putih # 1 porsi ampela ati masak kecap # 1 porsi urap sayuran #. 2 potong tempe bacem  #. Potongan buah mangga atau sebuah jeruk pontianak  ukuran besar # 3 gelas air putih

BUKA PUASA (setelah bedug tanda buka puasa) # 1 gelas teh manis # 1 kroket ragut atau camilan berkarbohidrat  # 1 gelas jus semangka atau jus pepaya

PUKUL 19.00 (setelah salat Magrib) :  1 gelas susu

PUKUL 20.30 ATAU 21.00 (SETELAH SALAT SALAT ISYA DAN TARAWIH), MAKAN MALAM TERDIRI ATAS:  # 1 porsi nasi putih # 1 porsi daging sapi bumbu bali atau masakan daging, ayam, dan ikan lainnya # 2 tahu goreng atau tempe goreng tepung  # 1 porsi tumis kacang panjang dan tauge atau capcay # 1 buah apel atau pisang

PUKUL 22.00 (MENJELANG TIDUR)  1 gelas susu

Selamat menunaikan ibadah puasa bulan Ramadhan dan salam ASI!

Oleh: ahita | Juli 1, 2009

BABY WALKER ???

Andra, sang buah hatiku, sudah mulai belajar berdiri sejak umur 5 bulan. Sehingga aku mulai tergiur untuk menggunakan baby walker. Namun suamiku selalu melarang, dengan alasan tunggu 7 bulan. Dia khawatir tulang punggungnya belum kuat untuk menopang berat tubuhnya sendiri. Namun banyak artikel yang menuliskan bahwa baby walker itu tidak baik untuk perkembangan bayi kita, bahkan ada yangmenulis bahwa baby walker tidak aman. Salah satunya seperti di bawah ini:

Penggunaan baby walkers merupakan topik kontroversial hingga saat ini. Tapi jelas, bahwa the American Academy of Pediatrics mengatakan dalam laporan resmi mereka ‘Baby Walkers itu BERBAHAYA!’ mereka menyarankan agar anda ‘buang jauh-jauh saja baby walker anda’ berdasar fakta bahwa  Baby walkers sudah bikin 14,000 anak-anak masuk rumah sakit tiap tahun, dan 34 anak-anak sudah menemui ajalnya semenjak tahun 1973 hanya karena baby walkers. Bahkan AAP lebih jauh lagi mengimbau ’sebuah pelarangan pembikinan dan penjualan baby walkers dengan roda ‘

Jelas sekali dari artikel di atas menunjukkan kerugian pemakaian baby walker. Namun kita sebagai seorang ibu harus lebih cermat dan teliti dalam menyikapi sesuatu terutama dengan anak kita. Dengan kata lain jika kita sudah mengetahui bahaya dari suatu alat, namun kita bisa dibilang tetap membutuhkan alat tersebut maka kita harus lebih waspada dan hati-hati dalam menggunakannya.

Untuk para ibu yang tetap ingin menggunakan baby walker untuk sang buah hati, ada beberapa tips yang dapat diterapkan. Antara lain:

  1. Jauhkan bayi yang menggunakan baby walker dari kolam renang, pinggiran tangga dan permukaan yang tidak rata.

Seperti yang dipaparkan dalam beberapa artikel bahwa bayi yang menggunakan bay walker terjatuh karena mereka bermain di sekitar tangga, atau pun disekitar kolam renang. Dan jika di cermati di Indonesia rumah yang memiliki tangga tidak banyak. Namun permukaan yang tidak rata cukuplah banyak ditemui. Seperti pembeda antara ruang tamu dan ruang depan ataupun antara ruang tengah dan kamar tidur.

  1. Singkirkan barang-barang berbahaya yang berada di atas meja ataupun tempat yang mudah dijangkau oleh bayi kita.
  2. Jangan pernah lepaskan bayi anda dari pengawasan.

Saat kita meletakkan bayi kecil kita di baby walker, jangan pernah dibiarkan sendiri atau malah lepas dari pengawasan mata kita. Ini adalah kunci aman dan utama dalam menggunakan baby walker untuk anak kita.

Sekarang Andra hampir berusia 8 bulan. Sedikit cerita dari pengalaman saya dalam menggunakan baby walker untuk Andra. Saya sering menaruh Andra di baby walker saat saya menyeterika dan Andra makan. Saya masih bisa mengawasi Andra yang bergerak kesana kesini. Kegiatan ini membuat kami berdua sama-sama untung. Saya dapat menyelesaikan pekerjaan rumah dan Andra mendapatkan variasi kegiatan Akan tetapi setelah pekerjaan saya selesai, saya pasti segera mengeluarkan Andra dari baby walker. Menemaninya bermain di lantai. Acara bermain di lantai ini akan saya ganti dengan kegiatan mentetah apabila Andra sudah cukup kuat untuk ditetah. So untuk melatih Andra cepat bisa berjalan saya tetap akan menggunakan baby walker dan teknik mentetah secara alamiah.

Nah sampai disini dulu pendapat dan pengalaman saya tentang penggunaan baby walker. Apa dan bagaimanapun teantang penelitian-penelitian yang ada, kita harus dengan cermat dan bijak menyikapinya. Jangan terlalu kaku dengan cerita dan pengalaman orang lain. Karena kita semua memiliki lingkungan yang tidak sama dengan orang lain. Baik itu lingkungan fisik ataupun non fisik. Selamat beraktivitas kembali…..

Oleh: ahita | Juni 7, 2009

HASIL F1 ISTAMBUL TURKI 2009

Balapan, balapan. Adalah salah satu hobi suamiku. Tapi aku tidak perlu sport jantung untuk hobi suamiku yang satu ini, karena suamiku hanya hobi balapan di laptopnya tersayang. Ditambah lagi nonton F1 dan MotoGP tidak pernah absen. Kalau sudah begini aku dan andra, anak kami berdua, akan menjadi nomor ke sekian. Nomor dua saja belum tentu. Karena nomor satunya nonton balapan di TV, yang kedua posting hasil akhirnya di blognya. Nah lo ;-) .

Untuk para Bunda yang memiliki suami seperti suamiku, dimaklumi saja asalkan masih dalam batas kewajaran. Kalau kelewatan yo di omelin ae, hehehe. Dan untuk para ayah sing tahu diri ya. Dan sebagai bonusnya aku pamerin posting terakhir suamiku tentang hasil akhir balapan yang baru aja selesai, F1 Istambul Turki 2009. Selamat  membaca, semoga bermanfaat.

“Ada apa dengan Barrichello???

Start dari posisi kedua harus melorot di posisi 12, tidak demikian dengan rekan setimya Jenson Button dapat menyalip Sebastian Vettel setelah Vettel melebar di tingkungan.

Sirkuit Istambul Park menjadi saksi kemenangan Jenson Button yang ke-6 tahun ini

Berikut hasil F1 TURKI 2009

  1. Jenson Button Brawn-Mercedes 1.26.24.848
  2. Mark Webber RBR-Renault
  3. Sebastian Vettel RBR-Renault
  4. Jarno Trulli Toyota
  5. Nico Rosberg Williams-Toyota
  6. Felipe Massa Ferrari
  7. Robert Kubica BMW Sauber
  8. Timo Glock Toyota
  9. Kimi Räikkönen Ferrari
  10. Fernando Alonso Renault
  11. Nick Heidfeld BMW Sauber
  12. Kazuki Nakajima Williams-Toyota
  13. Lewis Hamilton McLaren-Mercedes
  14. Heikki Kovalainen McLaren-Mercedes
  15. Sebastien Buemi STR-Ferrari
  16. Nelsinho Piquet Renault
  17. Adrian Sutil Force India-Mercedes
  18. Sebastien Bourdais STR-Ferrari
  19. Rubens Barrichello Brawn-Mercedes (out)
  20. Giancarlo Fisichella Force India-Mercedes (out)”
Oleh: ahita | Juni 3, 2009

Mengajarkan Anak Ke Toilet Sejak Dini

Seringkali kita merasa kesal saat buah hati kita buang air kecil atau buang besar di lantai yang sudah bersih. Atau pipis di kasur padahal kain penutupnya baru saja diganti. Akibatnya, cucian bekas ompol menumpuk. Yah.. namanya juga anak dan kita seharusnya sadar akan resiko menjadi orangtua.
Kebiasaan mengompol pada anak di bawah usia 2 tahun merupakan hal yang wajar, bahkan ada beberapa anak yang masih mengompol pada usia 4-5 tahun dan sesekali terjadi pada anak 7 tahun. Anak di bawah usia 2 tahun mengompol karena belum sempurnanya kontrol kandung kemih atau toilet trainingnya.
Toilet training merupakan cara untuk melatih anak agar bisa mengontrol buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB). Dengan toilet training diharapkan dapat melatih anak untuk mampu BAK dan BAB di tempat yang telah ditentukan. Selain itu, toilet training juga mengajarkan anak untuk dapat membersihkan kotorannya sendiridan memakai kembali celananya
Untuk mengajarkan toilet training pada anak gampang-gampang susah. Namun demikian sebagai orangtua tetap perlu mengajarkan pada anaknya. Untuk mengajarkan toilet training pada anak bisa dimulai sejak usia 1 sampai 3 tahun. Pada saat usia tersebut, si anak harus mampu melakukan toilet training. Jika si anak tidak mampu melakukan toilet training sendiri boleh jadi anak pernah mengalami hambatan.
Tanda si kecil siap yaitu:
1. Tidak mengompol beberapa jam sehari, atau bila ia berhasil bangun tidur tanpa mengompol sedikit pun
2. Waktu buang airnya sudah bisa diperkirakan,
3. Sudah bisa memberitahu bila celana atau popok sekali pakainya sudah kotor ataupun basah.
4. Tertarik dengan kebiasaan masuk ke dalam toilet, seperti kebiasaan orang-orang lain di dalam rumahnya.
5. Minta untuk diajari menggunakan toilet.
Mengajarkan toilet training memerlukan beberapa tahapan:
1. Biasakan menggunakan toilet pada buah hati untuk buang air.
2. Lakukan secara rutin pada si kecil ketika terlihat ingin buang air.
3. Pujilah bila ia berhasil, meskipun kemajuannya tidak secepat yang anda inginkan
(diambil dari berbagai sumber)

Oleh: ahita | Mei 29, 2009

BATUK FLU PADA BAYI

Seminggu terakhir ini Andraku yang belum genap 7 bulan terserang batuk pilek yang tak kunjung reda. Biasanya kalau Andra flu ataupun batuk 3 sampai 4 hari dah reda. Namun kali ini terbilang cukup lama. Selama ini kalau Andra hanya batuk dan flu, aku dan suami jarang memberinya obat. Kami penganut paham “jangan sedikit-sedikit minum obat,”. Apalagi  batuk & flu itu penyebabnya virus, bukan bakteri. Karena bukan bakteri, otomatis tidak memerlukan obat, apalagi antibiotik yang sering jadi andalan dokter-dokter. Antibiotik itu perlunya untuk penyakit yang disebabkan bakteri. Tidak mudah menjadi penganut aliran ini… Harus berhadapan dengan orang tua yang menganggap kita tidak perduli dengan anak dan tega membiarkan anak ‘terus sakit’, dan yang pasti: diri kita sendiri.

Kami merasakannya sendiri. Kalau batuk Andra sudah makin menjadi, saya terkadang tergoda memberinya obat batuk yang diberikan oleh ibu bidan. Demikian juga suamiku. Terkadang kalau suamiku sedang panik, panas sedikit saja dia langsung menyuruhku untuk memberi Andra obat penurun panas. Tapi aku tidak menghiraukannya. Dan kalau giliran kalau aku yang panik, aku sengaja minum obat flu atau obat batuk dewasa padahal akunya tidak flu atau batuk. Di pikiranku hanya terlintas kalau aku yang minum obat maka sedikit obat akan sampai ke anakku. Jadi tidak banyak-banyak. Tapi sepertinya sama saja ya, hehehe.

Ibuku pernah memberiku resep tradisioanl untuk meredakan batuk. Dengan meminumkan perasan bunga belimbing wuluh yang di campur dengan gula batu. Nah yang bikin susah, di kota Malang ini aku kesulitan mendapatkan bunga belimbing wuluh. So gimana dong ?

Ya internet jawabannya, maksudnya cari di internet. Hasilnya silahkan dibaca di bawah ini. Semoga bisa memberi inspirasi untuk orang tua yang anak tersayangnya sedang flu dan batuk,oke.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan, di antaranya :

       1. Cari penyebab batuk

Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.

Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya “didesain” untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. “yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC,” kata Waldi.

Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. “namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur.”

       2. Beri banyak minum

Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. “balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya.”

Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.

       3. Obat tradisional untuk mengobati batuk :

Bahan : madu + jeruk nipis (1:1)

Cara membuat :

Peras jeruk nipis, saring dan campurkan dengan madu.
Lalu bungkus dengan plastik dan kukus sebentar .

Setelah itu, biarkan agak dingin, dan minumkan ke bayi kita setiap pagi dan sore hari (2x sehari).

Rasanya, mmm segar , manis+kecut2 sedikit.

Catatan : bisa dibuat banyak sekaligus. Biar tahan lama, simpan dalan wadah yang tertutup rapat, lalu taruh dikulkas. Kalau mau diminumkan tinggal dipanaskan (wadahnya disiram air panas/air hangat)

 

Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. “Terkadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu.”

Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. “Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, ” ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.

Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi hingga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. “Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. “

Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi anda ke dokter yang berkompeten.

Disarikan dari berbagai sumber

Oleh: ahita | Mei 6, 2009

MENULIS CERITA LUCU UNTUK ANAK

Merangkai kata untuk sebuah cerita lucu menurut beberapa orang mungkin hal mudah, akan tetapi bagaimana jika kita harus menulis cerita lucu untuk anak-anak ? Apakah akan merujuk pada komedian warkop yang penuh dengan……… tahu sendirilah bagaimana tontonan yang diperlihatkan oleh Indro dan kawan-kawannya. Hal yang seperti itukah yang akan membuat anak-anak tertawa, paling tidak sedikit tersenyum dan tertarik ? Tidaklah sama apa yang dianggap lucu oleh orang dewasa dengan anak-anak kecil.

Tentunya ini merupakan bahasan yang menarik untuk kita para dewasa yang perhatian dengan dunia bacaan anak. Kalau boleh saya berbagi sedikit ilmu yang saya dapatkan dari milis penulis bacaan anak, ada beberapa tips yang dapat kita terapkan saat akan menulis cerita lucu untuk anak-anak, antara lain :

1. Perhatikan penyebab anak-anak disekitar kita tertawa dan jadikan referensi.

2. Tidak membicarakan sesuatu yang jorok atau bahkan porno.

3. Tulislah cerita dari sudut pandang anak, simpel dan to the point.

4. Ciptakan alur pendek yang mudah dicerna.

5. Alangkah baiknya jika menyangkut cerita sehari-hari, cerita yang berhubungan dg ilmu pengetahuan, atau pendidikan

6. Tulis dengan kalimat singkat, santun serta akrab di telinga anak-anak.

Selain itu ada beberapa buku yang dapat dijadikan sebagai referensi apabila ada yang ingin belajar menulis cerita lucu versi anak-anak seperti Funny Stories for Boys and Girls milik Ali Muakhir. Atau kita bisa membaca kumpulan cerita lucu pilihan Michael Rosen. Rosen dikenal sebagai penulis cerita-cerita lucu, tapi di buku ini dia hanya memilih cerita lucu dari sederet penulis cerita anak. Kebanyakan pula isinya adalah parodi dari dongeng-dongeng terkenal di dunia. Misalnya, Raja (ayah Snow White) mencari isteri dengan memasang iklan di majalah. Puteri Grizelda (Pangeran Katak) yang ditinggal ibunya karena ikutan balap motor. Di buku tersebut yang bukan parodi dongeng atau cerita realitanya pun lucu-lucu. Baik dari sisi karakter tokoh maupun jalan ceritanya.

emikian sekilas info dari saya, dan tanpa banyak kata lagi, ayo kita menulis……………………..!!!

Oleh: ahita | April 12, 2009

CERITA ANAK

SUATU SIANG BERSAMA MBAK YEM

“Assalamualaikum. Bunda, bunda………..” Langsung aku menuju dapur, setelah beberapa kali aku memanggil bunda tapi tidak ada jawaban. Artinya bunda sedang tidak ada di rumah dan mbak yem sedang asyik dengan kegiatannya di dapur.

“Mbak Yem bundaku ke mana ?”, sapaku pada perempuan muda yang membantu bunda mengurus rumah.

“Bundanya Mas Arya sedang ada acara di kantor bapak. Mas Arya mau makan siang sekarang ? Mbak Yem hangatkan sayurnya. Siang ini Mbak Yem bikin sop jagung kesukaan Mas Arya”, jawab Mbak Yem sambil menawariku makan siang. Mbak Yem memang baik. Dia sudah tiga tahun tinggal bersama kami di rumah mungil ini.

“Sebentar lagi mbak. Aku masih capek. Pingin es teh manis. Tolong buatin ya mbak “, pintaku pada Mbak Yem.

“Beres mas”. “Mbak, kenapa ya para orang tua itu lebih senang berada di luar rumah dari pada di rumah ?”

“Lho, kalau hanya dirumah saja siapa yang mencari uang mas ?”

“Maksudku kalau mereka tidak bekerja. Bosen ? pasti itu jawabannya kan “, ujarku sambil menebak jawaban dari Mbak Yem. Mbak Yem hanya tersenyum karena jawabannya bisa ditebak. “Bosen sih boleh mbak, tapi kan tidak setiap hari. Masak setiap hari keluaar terus. Kasihan anaknya jadi kurang kasih sayang. Walaupun mereka bekerja, mereka harus menyediakan waktu untuk anaknya. Iyakan Mbak ?”

“Mas Arya kok ngerti bahasa sulit seperti itu tho ? Mas ini masih kelas tiga ‘kan? Dan lagi, Mas Arya kok tiba-tiba membicarakan hal ini ? Toh bundanya Mas Arya jarang keluar rumah kecuali bener-bener penting”

“Ah, mbak ini. Walaupun aku masih kelas tiga aku kan sudah besar. Aku juga tahu pekerjaan Bunda sebagai seorang penulis tidak perlu sering keluar rumah. Tapi mbak sebenarnya tadi waktu istirahat aku tanpa sengaja mendengar ibu guruku bercerita tentang seorang kakak kelasku. Katanya dia itu jarang mengerjakan pekerjaan rumah, lalu kalau di kelas sering melamun. Tapi mbak waktu istirahat dia itu sukanya mengganggu teman-teman yang lain”, ceritaku pada Mbak Yem.

Lalu orang tuanya ke mana mas ? Kok anaknya tidak di urus ?”, tanya Mbak Yem menimpali ceritaku.

“Aku sih tidak tahu mbak. Tapi aku sering melihat dia di antar pakai mobil bagus. Mobilnya seperti punya bosnya ayah yang ada di kantor itu mbak. Trus kalau dia mau turun di bukain pintu sama pak sopirnya”, jawabku dengan sedikit kagum.

“Anak orang kaya dong mas !” “Sepertinya sih begitu mbak. Karena pak sopirnya itu pakai seragam kayak film-film Cina yang biasa mbak lihat sore-sore itu”.

“Itu bukan film Cina mas tapi dari Korea hanya saja orangnya memang mirip-mirip. Mas Arya ceritanya sambil makan ya, mbak ambilin “

“Tapi Mbak Yem temeni aku ya. Sudah tidak ada pekerjaan kan ?”, tanyaku pada Mbak Yem.

“Semua sudah beres mas. Mbak nemenin sambil ngupas bawang ya ?“

“Untuk masak apalagi mbak ? Katanya sudah beres ?”

“Untuk hari ini sudah beres. Tapi mbak ingin mempersiapkan untuk acara besok lusa. Mas Arya tidak lupa kan kalau ada syukuran ulang tahun ayahnya Mas Arya “, jawab Mbak Yem sambil mengingatkan aku bahwa besok ulang tahun ayah. Ulang tahun ayah yang ke 30.

“Oh, ya aku hampir lupa.. padahal hadiahnya sudah aku siapkan”. Sambil menyodorkan sepiring nasi beserta lauk Mbak Yem mempersilahkan aku untuk makan, “Silakan, jangan lupa berdoa dulu mas “.

Aku hanya mengangguk lalu memanjatkan doa sebelum makan seperti yang sudah aku hafalkan atas bimbingan bunda. “Mbak, menurut Mbak Yem, mengapa anak orang kaya malah sering bermasalah ?”

“Tidak semua mas” Aku hanya menganguk karena aku sedang mengigit ayam goreng bagian paha lagi, sedapp. “Mau kaya mau miskin, kalau orang tuanya bisa membimbing anaknya dengan baik pasti hasilnya baik. Perkembangan anak itu tergantung pada orang tuanya mas”.

“Ih, Mbak Yem kok sok tahu sih ? Mbak Yem kan belum pernah menikah, apalagi punya anak”, jawabku sambil bertanya kembali. “Tapi Mas Arya kan tahu saya sudah cukup lama menjadi pembantu. Selama lima tahun. Mulai berumur 18 tahun.

Pertama kali saya menjadi pembantu saya kurang beruntung mas “

“Maksud Mbak Yem ?”, tanyaku lagi dengan sedikit penasaran.

“Saya itu sering dipukul mas“

“Di pukul ? Dengan siapa mbak ?”, tanyaku dengan penasaran. Karena aku belum pernah melihat aksi pukul memukul di keluargaku. Apalagi pada seorang yang sering membantu keluargaku seperti Mbak Yem ini. “Dengan anak laki-laki majikannya Mbak Yem mas. Mas tahu kenapa ?”

Aku tidak menjawab hanya menggeleng.

“Karena anak laki-laki itu jika melakukan sebuah kesalahan kecil sering di pukul oleh papanya terkadang juga di cubit dan di jewer telinganya. Di hukum secara fisik Mas. Jadi kalau Mbak Yem salah sedikit pasti di pukul. Papa mamanya hanya mencegah dengan berteriak, mana bisa hal itu menghentikan si anak. Coba kalau orang tuanya itu mau bertindak, tentunya Mbak Yem tidak jadi di pukul tho ?”

“Jadi si papa mamanya itu hanya bicara saja ?”, kataku pada mbak yem.

“Iya, omdo, omong doang gitu. Coba kalau di rumah ini kan bundanya Mas Arya tidak begitu. Pokok e beda mas. Oleh karena itu Mas Arya harus banyak bersyukur karena ayah dan bunda mengajarkan hal-hal yang baik saja”.

Iya ya, kalau bunda dan ayah mengajariku untuk selalu sopan dengan orang yang lebih tua. Tidak perduli itu pembantu kita ataupun guru kita. Semuanya harus dihormati. Jika kita mau dihormati orang, kita harus menghormati orang lain terlebih dahulu, gumanku dalam hati. “Tapi Mbak Yem senang kan tinggal di sini ?”

“Kalau tidak seneng, Mbak Yem sudah cabut dari dulu mas”.

“Ah, Mbak Yem sok gaul ketularan sinetron tuh”, ujarku sambil berdiri dan berpamitan pada Mbak Yem, “Terima kasih ya Mbak Yem. Aku mau ke kamar dulu”. “Sama-sama mas. belajar yang rajin ya biar ayah bunda bangga ama Mas Arya. Mbak Yem juga mas”, jawab Mbak Yem sambil tersenyum.

Lalu aku menjawab sambil tersenyum riang, “ Oke deh.. aku juga bangga padamu mbah yem yang baik hati”. Tapi kalimat yang terakhir aku ucapkan di dalam hati, kan malu hehehe.

Oleh: ahita | Maret 31, 2009

Lagu Anak ????

ballon1balonku ada lima, rupa-rupa warnanya

hijau kuning kelabu merah muda dan biru

meletus balon hijau duor…

hatiku sangat kacau

balonku tinggal empat, ku pegang erat-erat

 

Salah satu lagu yang sering aku nyanyikan di masa kanak-kanakku dulu. Lagu balonku sangat lah menyenangkan untuk didendangkan dan didengarkan. Selain balonku ada aneka lagu-lagu lain yang bisa aku nyanyikan. Naik kereta api, naik-naik ke puncak gunung dan lain sebagainya. Lagu anak-anak itu tak lekang oleh waktu. Sekian lama telah diciptakan, namun tetap menyenangkan untuk dinyanyikan.

Syair yang digunakan khas anak-anak. Dengan logika anak-anak. Apa adanya. Yang penting enak di dengar, mudah untuk dinyanyikan dan mengajarkan suatu nilai tertentu. Dengan lagu balonku anak-anak dapat belajar mengingat beberapa warna, dengan lagu naik kereta api anak-anak belajar salah satu alat transportasi yang ada di bumi ini.

Di pertengahan 90an muncul Joshua si anak ajaib dengan lagu Di obok-obok yang cukup menggema beberapa saat. Muncul dari kota Surabaya, Joshua Suherman berhasil mencuri perhatian anak-anak di jamannya. Joshua yang kini telah beranjak dewasa tidak mampu bertahan lama.

Beberapa orang mencoba menelurkan lagu-lagu anak. Mulai dari Ruben Onsu sampai Bapak SBY, pak presiden kita. Akan tetapi gaungnya tak sampai ke bawah. Tak usah tanya pada anak-anak di pelosok, tanyakan saja pada Debo, sang jawara Idola Cilik 2 di RCTI. Belum tentu bisa menyanyikannya, atau mungkin juga tidak tahu akan keberadaan lagu-lagu itu? Buktinya berbulan-bulan Idola Cilik di tayangkan, hampir semua peserta menyanyikan lagu-lagu dewasa. Bukankah acara ini adalah media yang sangat cocok untuk sosialisasi dan promosi ? Berjuta-juta anak Indonesia menontonnya. Bahkan anak-anak di luar negeri.

Tak perlu lagi aku menulis aneka kenyataan kelam yang terjadi pada nasip lagu-lagu anak. Satu hal yang membuat aku mengajukan tema ini untuk di bahas. Aku baru saja melahirkan seorang laki-laki tampan yang kebetulan masih kecil belum lah anak-anak, masih balita. Namun sudah mulai muncul kekuatiran di dalam otakku. Lagu anak yang sebanding dengan balonku belum juga muncul.

Sangat jauh berbeda dengan lagu-lagu untuk konsumsi kalangan remaja. Tanpa susah payah kita bisa mendengarnya. Hidupkan televisi kita, sountrack sinetron yang notabene mengunakan lagu band-band terkenal milik Indonesia, akan bertebaran. Mulai dari Marvel dengan ST 12nya, belum lagi sinetron lain yang jumlahnya tak terhitung lagi, yang tayang setiap harinya. Bahkan sinetron yang menyatakan diri sebagai sinetron anak-anak, tetap memasang lagu dewasa sebagai soundtrack.

Itu artinya Andra, anakku dan teman-teman seumurannya akan menyanyikan lagu-lagu lawas dan lagu-lagu dewasa? Sangat miris nasip anakku…..

 

Oleh: ahita | Maret 25, 2009

Cerita Lampau

MAAF, AKU BUKAN SITI NURBAYA

Sebatang bunga bakung pemberian Kang Parjo, tegak berdiri di dalam vas bunga warna hijau, pemberian ibuku setahun yang lalu. Kang Parjo merupakan salah satu lelaki di desa ini, desa Margo, desa kelahiranku, yang menunjukkan secara terang-terangan bahwa ia menyukaiku. Kang Parjo, seorang lelaki tak makan sekolahan namun pandai berdagang. Dia termasuk pedagang buah yang sukses. Jeruk, apel, anggur, pir, durian dan buah-buah lainnya. Kang Parjo lelaki yang menyenangkan. Senyumnya manis dan terasa tulus. Badannya tidak terlalu gagah namun wajahnya menyenangkan untuk dipandang walaupun tidak terlalu tampan.

Aku mulai sadar akan keberadaan Kang Parjo setahun yang lalu. Setiap pulang kampung, aku selalu menyempatkan diri untuk berbelanja ke pasar, walaupun hanya menemani bapakku untuk memeriksa dagangan. Bapakku sudah lama tidak turun langsung ke pasar. Ada Kang Narto yang menjadi kepercayaan bapak. Kang Parjo merupakan adik dari Kang Narto. Setiap aku akan pulang, Kang Parjo sering memberikan sekantong buah yang bermacam-macam. Dan kebetulan juga los buah milik Kang Parjo bersebelahan dengan los milik bapakku. Sehingga tanpa curiga aku menerimanya. Dan lagi bapakku tidak berkomentar apapun. Sehingga aku biasa menerimanya.

Seiring berjalannya waktu, aku dan Kang Parjo sering berdiskusi tentang bermacam-macam hal. Aku yang sedang kuliah di jurusan gizi, tentunya ingin mengetahui bermacam-macam buah serta khasiat-khasiatnya. Kang Parjo termasuk pedagang buah yang pintar. Beberapa informasi yang dia berikan, terkadang memberiku inspirasi saat mengerjakan tugas-tugas kuliah.

Kang Parjo, lelaki yang menyenangkan. Tidak terlalu mengurui. Kata-kata yang dia pergunakan mudah dipahami. Kang Parjo hanyalah lulusan sekolah dasar yang ada di desaku. Namun pengalaman hidup yang membuatnya matang. Orangnya sholeh. Di bagian belakang losnya ada sedikit ruang untuk sholat. Disana juga tersedia mukena, walaupun dia tidak memiliki pegawai perempuan. Dalam menjalankan los buahnya, Kang Parjo dibantu 2 orang saudaranya.

Sebenarnya aku tak terlalu mengenalnya, karena aku termasuk wanita yang tidak terlalu suka bergaul dengan laki-laki. Keluargaku terkenal sangat ketat dalam mengatur pergaulan social. Tidak semua orang bisa mengenal dan dekat dengan keluagaku. Keluargaku juga termasuk keluarga pedagang yang sukses. Sangat sukses. Ayahku, bapak Marwoto, pencetus ide dibangunnya pasar tradisional yang hanya ada satu-satunya di desaku ini. Ayahku pula yang menguasai sebagian besar los yang ada di pasar Margo.

Ayahku dikenal sangat keras dengan aturan yang telah ia tetapkan. Pergaulan hanya terbatas pada teman-teman sekolah saja. Tak ada toleransi yang akan diberikan apabila salah satu dari anak-anaknya ketahuan bergaul dengan salah seorang anak kampung. Uang saku akan dihentikan untuk jangka waktu 3 hari. Dan akan berlipat ganda untuk hukuman selanjutnya. Namun beranjak dewasa kami sudah terbiasa, tanpa ada hukuman tersebutpun kami bertiga tidak terbiasa untuk bergaul dengan anak-anak kampung.

Ibuku hanya gadis desa yang beruntung karena diperistri oleh bapakku. Hal ini membuat sikap ibu selalu membela bapakku. Entah salah atau benar keputusan yang diambil. Ibu bernama Suwati, wanita asal desa sebelah, desa Kunti. Desa yang terkenal sebagai penghasil jeruk.

“Surti………………….”

“Surti………………….”

Suara ibu telah membangunkan aku dari lamunan indah tentang Kang Parjo dan tentang keluargaku tentunya. “Iya ibu. Sebentar……………”, jawabku. Walaupun aku keturunan orang Jawa dan hidup di desa, tetapi keluarga kami biasa menggunakan bahasa Indonesia untuk kehidupan sehari-hari. Agar terkesan modern, kata bapakku.

“Ada apa, bu?”, ujarku saat berada di dekat ibu.

“Dipanggil bapak di ruang tengah. Kamu rapikan dulu baju dan rambutmu itu. Ada tamu di ruang tengah yang ingin bapak perkenalkan. Sudah cepat sana..”, jelas ibu.

Dengan kening berkerut aku bergegas masuk kamar. Dengan sedikit bertanya-tanya aku keluar dan langsung menuju ruang tengah. Dengan perlahan tanganku menyibak kelambu biru laut yang membatasi ruang tengah dan ruang makan. Aku memunculkan diri di depan bapak dan seorang tamunya. Laki-laki yang masih cukup muda, seumuran Kang Parjo. Hatiku langsung mencelos, mengapa aku memikirkan Kang Parjo terus? Bukan karena bunga putih kesukaanku yang diberikannya tadi pagi kan? Entahlah. Keberaniaan Kang Parjo untuk mendekati aku dan keluargaku membuat hati ini menaruh simpati, dan mungkin juga sedikit suka dengan kepribadiannya yang sederhana.

“Kata ibu, bapak memanggil Surti ?”, tanyaku pada bapak yang duduk berhadapan dengan lelaki muda itu.

“Duduk di sini “, jawab bapak sambil menepuk kursi disebelahnya.

Setelah aku duduk di sebelah bapak, bapak langsung memperkenalkan tamu mudanya.

“Kenalkan ini nak Panji. Dia anak kenalan bapak di kota “. Lelaki muda yang bernama Panji itu hanya tersenyum padaku dan aku hanya sedikit meringis.

Lalu bapak melanjutkkan memperkenalkan Mas Panji pada anak bungsunya ini.

“nak Mas Panji ini, sarjana dari Jakarta. Bapaknya seorang petinggi di kota. Begini saja. Kamu dan nak Mas Panji berkenalan sendiri saja ya. Biar lebih dekat dan lebih akrab “

Aku hanya bisa menjawab, “Iya pak”. Sedangkan anak kota itu hanya tersenyum dan sedikit mengangguk.

Lalu bapak beranjak masuk dengan terlebih dahulu menepuk pundak Mas Panji, dengan senyum yang menurutku sedikit mencurigakan.

Setelah ditinggal berdua, aku hanya memandang ke arah samping. Sedikit tidak berminat memulai pembicaraan.

“Dhek Surti, apa benar hari ini sedang berulang tahun ? “, tanya Mas Panji memulai pembicaraan.

“Mas Panji tahu dari mana ?”, aku bertanya balik kepadanya.

“Bapak yang bilang, ulang tahun yang ke 21 ya… Selamat Ulang tahun ya, moga panjang umur “

“Terima kasih mas “

“Oya, sudah dapat hadiah apa hari ini ?”

“Memangnya kenapa mas ? Mau memberi saya hadiah ?”, jawabku sedikit asal. Menurutku laki-laki ini penuh basa-basi. Penampilannya rapi, dengan hem kotak-kotak warna hijau. Celana jins yang melekat di kakinya tampak baru. Demikian pula dengan sandal coklat yang digunakannya.

Tanpa aku sangka Mas Panji mengulurkan sebuah kotak hijau, yang sedari tadi tidak aku lihat karena berada di sebelah kursi yang diduduki Mas Panji.

Dengan sedikit terkejut aku mengambil kotak yang diulurkan Mas Panji. Melihat, menimang, sedikit digoyang, tetap saja aku tidak bisa memperkirakan apa isi kotak hijau ini. Lalu aku bertanya dengan sedikit mengangkat kotak hijau itu dihadapanku.

“Maksud Mas Panji apa, dengan bungkusan ini ? Kita belum lama saling mengenal. Baru hari ini kita berdua bertemu, belum satu jam. Mas Panji sudah memberi Surti hadiah ?”

“Dhek Surti, mungkin baru hari ini mengenal saya. Akan tetapi saya sudah cukup mengenal dhek Surti. Apakah dhek Surti tidak sadar dengan atribut yang saya pakai ? Baju warna hijau, kotak hadiah yang juga berwarna hijau. Dan mungkin dhek Surti juga sudah melihat kalau hari ini saya sengaja menggunakan mobil ayah saya yang berwarna hijau. Karena saya tahu bahwa dhek Surti menyukai warna hijau. Benar kan ?”

“Dari mana Mas Panji tahu, kalau warna kesukaanku warna hijau? Dan dari siapa Mas Panji mengenal aku ?“

“Kata orang banyak jalan menuju Roma”, jawab Mas Panji dengan sedikit tersenyum.

“Iya, tapi dari siapa mas Panji tahu tentang aku ? Selama ini aku tak pernah melihat mas Panji main ke rumah ini ataupun nama Mas Panji disebut-sebut oleh orang-orang di rumah ini. Baik kedua orang tuaku ataupun kedua kakakku ?”, ujarku dengan penasaran. Keluargaku bukan keluarga yang suka mengumbar hal-hal yang terkait dengan keluarga. Memang aku dan kedua kakakku jarang ada di rumah karena melanjutkan kuliah ke kota. Pulang hanya satu atau 2 bulan sekali. Bapak sering mampir ke tempat kami bertiga kalau mengambil barang dagangan di kota.

“Beberapa waktu lalu, aku bersama ayahku berkunjung ke sini untuk keperluan dinas ayahku. Tanpa sengaja aku melihat foto dhek Surti yang ada di ruang makan. Tersenyum manis. Dan aku langsung jatuh hati. Saat aku mengatakan isi hati kepada ayah sepulangnya dari rumah ini, ayahku menyambut gembira. Dan di rancanglah pertemuan ini. Namun sebelumnya aku berkunjung ke sini sekali lagi untuk mengenal dhek Surti dari orang-orang sekitar dhek Surti. Dan aku yang meminta agar semua orang menyembunyikan ini dari dhek Surti. Aku takut dhek Surti langsung menolaknya tanpa mau mengenalku terlebih dahulu.” Jawab Mas Panji panjang lebar.

Aku hanya melihat dan memperhatikan wajah lelaki muda di depanku. Entah apa yang harus aku katakan. Mengapa harus aku ? Mengapa bukan Mbak Arum, kakakku nomor dua.

Melihat aku hanya terdiam tak menjawab, Mas Panji melanjutkan penjelasannya.

“Dari informasi yang saya dapatkan dhek Surti belum mempunyai kekasih hati. “

Iya, keberadaan Kang Parjo memang hanya aku dan para pembantuku yang tahu. Jika kedua orang tuaku sampai tahu, bisa kuncup sebelum berkembang, Jawabku dalam hati. Tapi Kang Parjo kan belum menyatakan cinta dan mengapa aku mengharapkannya ? Apakah aku…. Ah, entahlah. Hatiku menjadi berdebar kencang memikirkan Kang Parjo.

“Oleh karena itu aku memberanikan diri untuk mengajukan diri sebagai kekasih. Aku tahu kita baru saling mengenal, rasanya terlalu terburu-buru jika aku langsung melamar dhek Surti. Masih ada waktu sebelum dhek Surti lulus kuliah. Dan aku juga masih ingin memantapkan karirku di rumah sakit.”

Sekali lagi aku terkejut. Aku menjadi Siti Nurbaya. Di jodohkan dengan laki-laki muda yang baru aku kenal hari ini. Dengan kening berkerut aku lalu bertanya, “Maksud Mas Panji, kedua orang kita telah bersepakat untuk menikahkan kita suatu hari nanti ? Tapi mas,….”

“Aku tahu, dhek Surti belum siap. Kita bisa saling mengenal terlebih dahulu. Toh, tempat kerjaku dan tempat kuliah dhek Surti berada dalam satu kota, jadi komunikasi kita akan lebih lancar. Aku tidak akan memaksa dhek Surti untuk menerimaku sekarang. Tapi aku sangat berharap dhek Surti mau mengenalku lebih jauh “

“Bukannya aku tidak suka dengan Mas Panji. Akan tetapi aku sedang dekat dengan seseorang. Memang aku belum memperkenalkannya kepada orang tuaku. Namun hatiku terlanjur terpikat kepadanya. Dia bukan orang hebat seperti mas Panji. Namun kesedernahaan yang dia miliki membuat aku terpikat. Aku pikir tidak terlalu susah jika seorang wanita harus jatuh hati kepada sosok seperti mas Panji. Sudah mapan. Tampan. Dan baik hati. Untuk itu aku benar-benar minta maaf kalau aku tidak bersedia untuk berta’aruf dengan mas Panji. Aku hanya bersedia berteman dengan mas Panji. Jodoh hanya Tuhan yang tahu, siapa dan dimana kita akan dipertemukan. Aku berharap mas Panji menerima keputusan ini. Urusan dengan kedua orang tuaku, aku yang akan menyelesaikan dan menjelaskannya”

Sesaat setelah aku menjelaskan keputusan yang aku ambil, mas Panji hanya tertunduk. Dan aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak mau dijodohkan dengan orang yang hidupnya tidak jauh berbeda dengan hidup yang telah aku jalani. Aku terpikat dengan sosok dan kesederhanaan hidup Kang Parjo. Yang selama ini tidak pernah aku alami. Bagiku hidup serba berlebihan dan melimpah harta adalah hal yang biasa. Aku ingin menjalani hidup yang berbeda saat aku menikah nantinya. Berkecukupan dalam kesederhanaan.

Kategori