RSS

BATUK FLU PADA BAYI

29 Mei

Seminggu terakhir ini Andraku yang belum genap 7 bulan terserang batuk pilek yang tak kunjung reda. Biasanya kalau Andra flu ataupun batuk 3 sampai 4 hari dah reda. Namun kali ini terbilang cukup lama. Selama ini kalau Andra hanya batuk dan flu, aku dan suami jarang memberinya obat. Kami penganut paham “jangan sedikit-sedikit minum obat,”. Apalagi  batuk & flu itu penyebabnya virus, bukan bakteri. Karena bukan bakteri, otomatis tidak memerlukan obat, apalagi antibiotik yang sering jadi andalan dokter-dokter. Antibiotik itu perlunya untuk penyakit yang disebabkan bakteri. Tidak mudah menjadi penganut aliran ini… Harus berhadapan dengan orang tua yang menganggap kita tidak perduli dengan anak dan tega membiarkan anak ‘terus sakit’, dan yang pasti: diri kita sendiri.

Kami merasakannya sendiri. Kalau batuk Andra sudah makin menjadi, saya terkadang tergoda memberinya obat batuk yang diberikan oleh ibu bidan. Demikian juga suamiku. Terkadang kalau suamiku sedang panik, panas sedikit saja dia langsung menyuruhku untuk memberi Andra obat penurun panas. Tapi aku tidak menghiraukannya. Dan kalau giliran kalau aku yang panik, aku sengaja minum obat flu atau obat batuk dewasa padahal akunya tidak flu atau batuk. Di pikiranku hanya terlintas kalau aku yang minum obat maka sedikit obat akan sampai ke anakku. Jadi tidak banyak-banyak. Tapi sepertinya sama saja ya, hehehe.

Ibuku pernah memberiku resep tradisioanl untuk meredakan batuk. Dengan meminumkan perasan bunga belimbing wuluh yang di campur dengan gula batu. Nah yang bikin susah, di kota Malang ini aku kesulitan mendapatkan bunga belimbing wuluh. So gimana dong ?

Ya internet jawabannya, maksudnya cari di internet. Hasilnya silahkan dibaca di bawah ini. Semoga bisa memberi inspirasi untuk orang tua yang anak tersayangnya sedang flu dan batuk,oke.

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan, di antaranya :

       1. Cari penyebab batuk

Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.

Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya “didesain” untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. “yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC,” kata Waldi.

Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. “namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur.”

       2. Beri banyak minum

Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. “balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya.”

Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.

       3. Obat tradisional untuk mengobati batuk :

Bahan : madu + jeruk nipis (1:1)

Cara membuat :

Peras jeruk nipis, saring dan campurkan dengan madu.
Lalu bungkus dengan plastik dan kukus sebentar .

Setelah itu, biarkan agak dingin, dan minumkan ke bayi kita setiap pagi dan sore hari (2x sehari).

Rasanya, mmm segar , manis+kecut2 sedikit.

Catatan : bisa dibuat banyak sekaligus. Biar tahan lama, simpan dalan wadah yang tertutup rapat, lalu taruh dikulkas. Kalau mau diminumkan tinggal dipanaskan (wadahnya disiram air panas/air hangat)

 

Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. “Terkadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu.”

Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. “Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, ” ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.

Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi hingga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. “Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. “

Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi anda ke dokter yang berkompeten.

Disarikan dari berbagai sumber

 
12 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 29, 2009 in 4661

 

12 responses to “BATUK FLU PADA BAYI

  1. cahingisore

    Februari 18, 2010 at 6:41 am

    Lalu bungkus dengan plastik dan kukus sebentar .

    apa ga bahaya tuh dibungkus plastik trus dikukus ?

    denger2 klo plastik dipanasin/kena panas (misal utk bungkus bakso) zat kimia yg terkandung ikut larut ke makanan

     
  2. tami

    Maret 4, 2010 at 10:26 pm

    1. “Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya “didesain” untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. “yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC,” kata Waldi.”
    2. Disarikan dari berbagai sumber

    tanya :
    1. Kok tiba” ada Pak Waldi. Siapa ya Bu?
    2. Link sumber mohon diisi, agar kami bisa cross check info ini lebih detail
    terimakasih

     
  3. ladunailma

    Agustus 15, 2011 at 1:50 pm

    MENJADI orang tua baru tentu membahagiakan. Namun, kebahagiaan terkadang berubah menjadi kepanikan tatkala si kecil mendadak sakit. Nah, ada baiknya Anda mengenali 10 penyakit pertama bayi, seperti dipaparkan Dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A dari RS Hasan Sadikin, Bandung berikut ini.

    1. BATUK-PILEK – Batuk-pilek pada bayi bisa karena banyak faktor. “Sebagian besar penyebabnya virus, yang jenisnya ada ratusan banyaknya. Biasanya sembuh sendiri, kok. Gejalanya, hidung berair, kadang tersumbat, lalu diikuti batuk dan demam.” Selain virus, batuk-pilek juga bisa karena bakteri. Biasanya disertai panas dan gejalanya lebih berat, yaitu tenggorokan berwarna merah. Harus diberi antibiotik. Jika terus berlanjut, bisa berakibat komplikasi radang telinga tengah. “Namun, sakit telinga tak selalu terjadi pada batuk pilek.

    “Jika cairan atau lendir banyak keluar dari hidung bayi dan membuat napas tersumbat, beri obat tetes hidung atau sedot cairan hidung dengan alat khusus. “Yang penting, penyebabnya dulu yang diobati. Karena virus belum ada obatnya, maka pertahanan tubuh si bayi-lah yang harus ditingkatkan.” Biasanya, batuk-pilek pada bayi terjadi sekitar lima hari. Jika panas tubuh bayi tak turun-turun hingga 2 – 3 hari, segera bawa ke dokter. “Orang tua tak perlu cemas jika bayi batuk-pilek. Jika disertai panas, beri obat panas. Jangan lupa, beri nutrisi yang baik, terutama yang mengandung vitamin dan mineral, seperti buah-buahan atau jus, minum yang banyak, terutama ASI.”

    2. INFEKSI TELINGA – Infeksi telinga dapat disebabkan batuk-pilek oleh virus yang terus-menerus, sehingga virus masuk ke dalam saluran telinga. “Bisa juga karena telinga kemasukan air yang mengandung kuman, sehingga mengakibatkan peradangan saluran telinga tengah.” Gejalanya, sakit pada telinga dan panas yang tidak turun-turun selama 2 – 3 hari. “Harus segera dibawa ke dokter. Kalau tidak segera ditangani, gendang telinga bayi bisa meradang dan pecah.”

    Jika tak diobati, lama-lama radang telinga akan makin parah dan dapat menimbulkan nanah. “Jika nanah pecah, cairan itu akan keluar dari telinga dengan bau yang tidak enak. Efek jangka panjangnya, sistem pendengaran rusak.”

    3. DIARE – Seperti halnya batuk-pilek, diare pada bayi juga bisa karena bermacam faktor, dari makanan yang tercemar kuman atau virus, keracunan makanan, sampai alergi susu. Diare pada bayi umumnya dapat dilihat dari jumlah cairan yang keluar melalui buang air besar (BAB) yang lebih banyak dari cairan yang masuk. Frekuensi BAB-nya lebih dari tiga kali sehari. Jadi, harus diberi banyak cairan supaya tidak terjadi dehidrasi.

    Pencegahannya, beri bayi minum, misalnya oralit, minuman yang mengandung ion, atau minuman yang mengandung probiotik, seperti yoghurt untuk membantu keseimbangan kuman dalam perut. “Bayi enam bulan sudah boleh, kok, diberi minuman mengandung ion atau probiotik.” Kusnandi juga menegaskan, obat diare yang paling ampuh bagi bayi sebenarnya ASI, karena mengandung obat anti-virus atau kuman yang dapat mencegah dan mengurangi lamanya penyakit bersarang di dalam tubuh bayi.

    Diare yang disertai demam, lanjut Kusnandi, paling sering disebabkan oleh virus. “Semua penyakit karena virus, tidak ada obatnya. Yang penting, meningkatkan daya tahan tubuh dan mengatasi kehilangan cairan tubuh dengan banyak-banyak minum, terutama ASI.”

    Sementara diare disertai muntah, biasanya disebabkan karena rangsangan ke dalam saluran pencernaan. “Rangsangan itu bisa macam-macam, bisa oleh kuman atau racun zat kimia. Sekali lagi, yang penting adalah memberi minum yang banyak. Bisa juga diberi obat anti muntah oleh dokter,” kata Kusnandi seraya mengingatkan agar orang tua tidak memberi bayi obat pemampat feses atau tinja. “Jika tinja mampat, kuman enggak mati, malah berkumpul di dalam usus. Lebih baik kuman dikeluarkan dulu melalui BAB. Setelah kuman habis, otomatis diare akan berhenti dengan sendirinya,” kata Kusnandi mengingatkan.

    4. BATUK PLUS SESAK NAPAS – Pada bayi yang memiliki potensi alergi atau asma, batuk pilek lama-lama bisa menimbulkan sesak napas. “Batuk-pilek ini terjadi akibat kuman yang lama-lama menyebar ke paru-paru. Bisa mengakibatkan gejala radang paru-paru, yaitu sesak napas,” ujar Kusnandi.

    Jika sudah menyerang paru-paru, berarti sudah masuk ke tahap serius dan harus betul-betul diobati. “Tanda-tanda sesak napas ini dapat dilihat secara fisik, antara lain bayi bernapas lewat hidung, sehingga cuping hidung kembang-kempis, napasnya cepat, setiap bernapas seperti ada yang menariknya hingga dadanya cekung.” Penanganan gejala-gejala serius ini harus lebih teliti. Bila perlu dirawat di RS untuk diberi oksigen. “Jika sudah sampai ke tahap serius, tak bisa lagi hanya diberi perawatan di rumah. Bisa bahaya dan harus segera ditolong dokter,” tegas Kusnandi.

    5. SAKIT TENGGOROKAN – Sakit tenggorokan pada bayi bisa karena kuman atau virus yang menyerang tenggorokan. “Tanda-tanda fisiknya, tenggorokan berwarna merah, yang dapat terlihat di bagian leher. Bayi juga terlihat seperti kesakitan, rewel, dan biasanya sulit menelan.”

    Jika disebabkan virus, biasanya dokter akan memberi obat pengurang rasa sakit, vitamin, dan dianjurkan diberi makan yang banyak, terutama jus buah, sayur bening, dan ASI, agar tubuhnya kembali kuat. Namun jika penyebabnya kuman, dokter akan memberi antibiotik. “Bisa berupa sirup atau puyer. Puyer lebih ekonomis dan dosisnya bisa lebih tepat, karena dihitung per kilogram berat badan bayi. Efektivitasnya, sih, sebenarnya sama saja dengan sirup.”

    (Sumber : Tabloid Nova)

     
  4. Emiliano Lee

    Oktober 10, 2011 at 1:52 am

    anak saya baru berumur 46 hari,sekarang ini terserang batuk dan berdahak,sudah dioeriksa kedokter dan diberikan obat,namun sekarang ini batuknya masih saja menggangu tidurnya,,antisipasi agar batuk anak saya cepat sembuh bagaimana ya//tolong info rekan semua

     
  5. yahya eko wahyudi

    Desember 2, 2011 at 6:34 pm

    yang saya tanyakan batuk b erdahak sampek muntah-muntah

     
  6. heidy

    Maret 17, 2012 at 11:02 pm

    Bayi sy brumur 4 bln. Wktu umur 2 bln kata dokter bayi sy pnya alergi. Terutama alergi thd udara dingin. Mmg dr silsilah sy kami membawa gen “asma dan alergi dingin”. Sehingga wktu itu dokter menyarankan utk mengganti sufor dgn yg pny kandungan HA (anti alergi susu sapi). Saat itu lgsg diganti sufornya, tp berhubung harganya mahaalll (gak sanggup dok!) Sy kembali ke su2 semula. Anak sy minumnya nutrilon sjk sy berhenti ASI wktu ms dia 2 bln.
    Setelah itu, kadang kl sy perhatikan cm saat pagi hari dan mlm hari selalu anak sy batuk tp ckp sesekali. Dan setelah sy browsing2 inet, itu krn anak sy pny alergi thd udara. Jika udara dingin mk anak sy akan mulai batuk2 atau kadang bersin. Ttpi sy msh tenang sj tdk panik walaupun selalu terlintas khawatir setiap anak sy batuk/bersin.
    Gejalanya sm dg yg anak2 lain yg sy bc di inet. Mulai dr batuk/bersin, kl tdr napas bunyi “ngrok2, keringatan setiap kali tdr walaupun mlm hari/ di AC.
    Utk saat ini sy blm mengambil tindakan sdkt2 ke dokter krn hasilnya jg ttp sm, kata dokter anak sy alergi. Dan katanya itu bs hilang seiring perkembangan anak sy nti. Yg paling penting, kl anak alergi atau sakit, sesering mungkin utk dijemur di matahari seTiap pagi. Sehingga tubuh bayi lebih kuat dan pergantian sirkulasi udara dlm saluran napasnya lancar. Dan mmg, setiap hari anak sy sllu sy jemur sehabis mandi telanjang bulat. Tp krn sdh hmpr 1bln ini daerah t4 tinggal sy hujan setiap hr, jd matahari tdk prnh muncul cm mendung sj. Hasilnya anak sy kena sakit lg flu dan batuk. Ya solusinya, sy ttp beri obat dan rutin lg jemur anak sy di matahari. Terbukti cpt sembuhnya.
    Semoga bermanfaat utk pembaca lain.

     
    • indah hidayat

      Juli 10, 2012 at 8:21 pm

      ok patut d coba…. karena putra saya pun jga begitu untk smntara ni 1 bln sekali ikut terapi uap.
      thanx y infonya

       
  7. Adi Heriana

    Mei 23, 2012 at 4:10 am

    anak saya umur 2 tahun saat ini lagi batuk dah hampir 3 minggu,tapi makan,minum&tidur mah normal2 aja ga da kendala.cuma klo pas habis minum susu,trus btuk di situ muntah.susu kluar smua. apakah itu batuk biasa/saya perlu ke dokter? so sya kasihan di saat dia batuk, trims info’y

     
  8. Kurni

    Juni 1, 2012 at 6:24 am

    Mksih bt infox,,,sgt mbntu bt buah hatiku.

     
  9. Muhamad Jarod

    Juli 5, 2012 at 9:41 am

    anak saya 3 thn kalau malam mau tidur sering batuk (sudah 1bln) kadang disertai munta, nafsu makan tetap seperti biasa

     
  10. yuli

    September 27, 2012 at 9:05 pm

    kalo bwt bayi 4 bulan apa boleh?emang tdk bahaya sama rasa asam nya.

     
  11. Tri Kusuma

    Oktober 11, 2012 at 11:04 pm

    untuk obat herbalnx bisa di kukus tidak menggunakan plastik? soalnx kanduangan zat kimia pada plastik kan bahaya.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: