BATUK FLU PADA BAYI Mei 29, 2009
Posted by ahita in 4661.trackback
Seminggu terakhir ini Andraku yang belum genap 7 bulan terserang batuk pilek yang tak kunjung reda. Biasanya kalau Andra flu ataupun batuk 3 sampai 4 hari dah reda. Namun kali ini terbilang cukup lama. Selama ini kalau Andra hanya batuk dan flu, aku dan suami jarang memberinya obat. Kami penganut paham “jangan sedikit-sedikit minum obat,”. Apalagi batuk & flu itu penyebabnya virus, bukan bakteri. Karena bukan bakteri, otomatis tidak memerlukan obat, apalagi antibiotik yang sering jadi andalan dokter-dokter. Antibiotik itu perlunya untuk penyakit yang disebabkan bakteri. Tidak mudah menjadi penganut aliran ini… Harus berhadapan dengan orang tua yang menganggap kita tidak perduli dengan anak dan tega membiarkan anak ‘terus sakit’, dan yang pasti: diri kita sendiri.
Kami merasakannya sendiri. Kalau batuk Andra sudah makin menjadi, saya terkadang tergoda memberinya obat batuk yang diberikan oleh ibu bidan. Demikian juga suamiku. Terkadang kalau suamiku sedang panik, panas sedikit saja dia langsung menyuruhku untuk memberi Andra obat penurun panas. Tapi aku tidak menghiraukannya. Dan kalau giliran kalau aku yang panik, aku sengaja minum obat flu atau obat batuk dewasa padahal akunya tidak flu atau batuk. Di pikiranku hanya terlintas kalau aku yang minum obat maka sedikit obat akan sampai ke anakku. Jadi tidak banyak-banyak. Tapi sepertinya sama saja ya, hehehe.
Ibuku pernah memberiku resep tradisioanl untuk meredakan batuk. Dengan meminumkan perasan bunga belimbing wuluh yang di campur dengan gula batu. Nah yang bikin susah, di kota Malang ini aku kesulitan mendapatkan bunga belimbing wuluh. So gimana dong ?
Ya internet jawabannya, maksudnya cari di internet. Hasilnya silahkan dibaca di bawah ini. Semoga bisa memberi inspirasi untuk orang tua yang anak tersayangnya sedang flu dan batuk,oke.
Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan, di antaranya :
1. Cari penyebab batuk
Pemicu batuk yang paling sering adalah polutan seperti asap atau debu. Walau polutannya hanya sedikit tetap saja bisa menyebabkan bayi batuk. Oleh sebab itu, hindari merokok di dekat bayi atau di dalam rumah.
Air conditioner (AC) atau penyejuk ruangan bisa juga merupakan biang keladi batuk pilek pada bayi, karena ia sebenarnya “didesain” untuk tidak berada dalam ruangan ber-AC. Jadi, bayi sebenarnya lebih senang berada di udara hangat ketimbang dingin. “yang senang udara dingin, kan, orang tuanya, maka dipasanglah AC,” kata Waldi.
Menurutnya, ruangan ber-AC yang biasanya tertutup sangat memungkinkan virus yang ada di dalamnya tidak bisa dienyahkan. Walaupun katanya ada AC yang sanggup memfiltrasi kuman, tidak dijamin kuman yang menempel di pegangan pintu atau tepi tempat tidur bisa terhapus. Kalau seseorang di dalam ruangan itu sakit, ia akan dengan mudah menulari orang lain yang masuk ke kamar tersebut. “namun bukan berarti bayi tidak boleh berada di ruangan ber-AC, hanya saja setiap hari jendela dan pintu ruang itu harus dibuka lebar-lebar sebagai jalan pergantian udara, dan tidak lupa membersihkan semua perabot di kamar itu secara teratur.”
2. Beri banyak minum
Batuk berdahak bisa diatasi dengan memberi bayi minum lebih banyak daripada biasanya. Tujuannya agar dahak menjadi encer dan mudah keluar. “balsam boleh-boleh saja dibalurkan karena uap yang terhirup dapat memberi wangi yang enak pada bayi. Tapi waspadai zat-zat yang terkandung di dalamnya karena bisa menimbulkan reaksi pada kulit bayi. Sebagai percobaan, oleskan balsam sedikit. Bila tidak ada reaksi seperti merah-merah pada tubuh bayi bisa dioleskan pada dada dan punggungnya.”
Suara grok-grok yang biasanya terdengar saat bayi tidur tak perlu dikhawatirkan. Suara tersebut muncul karena ada lendir yang terkumpul di jalan napas bagian atasnya. Selama bayi dapat tidur nyenyak, asupan makan dan minumnya tak terganggu, serta tumbuh kembangnya setiap bulan tampak baik berarti ia hanya terjangkit penyakit ringan. Dahak pada manusia, kata Waldi, sebenarnya tidak perlu selalu dikeluarkan lewat mulut karena akan dikeluarkan secara alamiah oleh saluran napas. Contohnya, karena bayi belum memiliki kemampuan untuk meludah, dahak yang sudah keluar di rongga belakang mulut (farings) akan tertelan dengan sendirinya masuk ke dalam saluran cerna.
3. Obat tradisional untuk mengobati batuk :
Bahan : madu + jeruk nipis (1:1)
Cara membuat :
Peras jeruk nipis, saring dan campurkan dengan madu.
Lalu bungkus dengan plastik dan kukus sebentar .
Setelah itu, biarkan agak dingin, dan minumkan ke bayi kita setiap pagi dan sore hari (2x sehari).
Rasanya, mmm segar , manis+kecut2 sedikit.
Catatan : bisa dibuat banyak sekaligus. Biar tahan lama, simpan dalan wadah yang tertutup rapat, lalu taruh dikulkas. Kalau mau diminumkan tinggal dipanaskan (wadahnya disiram air panas/air hangat)
Sebagai informasi, penyakit saluran napas seperti batuk pilek biasanya berlangsung selama 3 hingga 10 hari. Bila dalam batas waktu tersebut bayi masih terserang batuk pilek tanpa penyebab yang jelas tentu perlu segera diperiksakan ke dokter. “Terkadang-kadang orang tua terlalu khawatir. Saat mendengar bayinya batuk langsung panik. Padahal bayi batuk sekali dua kali, kan boleh-boleh saja karena mungkin tenggorokannya kemasukan sesuatu.”
Lain bila batuk pilek yang dialami sampai menyebabkan si kecil rewel, tidak bisa tidur, dan tidak bisa minum atau makan. “Nah, ini jelas serius sehingga harus dibawa ke rumah sakit, ” ujar Waldi. Gejala penyakit lain yang mengharuskan bayi ditangani serius adalah (1) tidak mau makan-minum (2) napas cepat, dan (3) muntah-muntah. Kalau sampai bayi tidak mau makan dan minum, hal ini menunjukkan penyakit yang serius.
Tak mau makan dan minum bisa dikarenakan napas bayi yang sudah memburu. Patokan frekuensi napas yang sudah masuk kategori berbahaya adalah lebih atau sama dengan 50 kali permenit untuk bayi hingga usia 1 tahun. Untuk itulah orang tua mesti menghitung jumlah napas bayi saat ia terlihat tersengal-sengal. “Agar hitungannya tidak salah, lakukan saat bayi dalam keadaan tenang sambil dipangku, misalnya. Bila jumlahnya sampai 50 kali setiap menit atau lebih, segera larikan bayi ke rumah sakit. “
Muntah-muntah juga merupakan gejala yang perlu dicermati. Walau agak sulit menentukan frekuensi yang sudah dianggap rawan, sebagai patokan bila muntah itu terjadi setiap kali bayi diberi asupan minuman dan makanan, berarti kondisinya cukup serius. Kalau bayi sudah muntah-muntah sekitar 3-4 kali dalam sehari, lebih baik bawa dia ke dokter. Yang dikhawatirkan, akibat muntah-muntah yang dialami, bayi tidak mendapat asupan gizi yang cukup. Muntah sendiri bisa menunjukan gejala penyakit pada saluran napas, saluran cerna, penyakit saraf pusat dan lainnya. Nah, kalau ini yang terjadi, bawalah segera bayi anda ke dokter yang berkompeten.
Disarikan dari berbagai sumber
Komentar»
No comments yet — be the first.