RSS

Awan & Mendung, Aku & Kau

Saat mendung mulai melintas

Putihnya awan yang membiru

Laksana selendang penari yang melunglai

Kusam menyedihkaan dan tak menyenangkan

Mengapa mendung harus melintas ?

Mengapa awan harus ternoda ?

Sayang,…….

Tak bisakah kau menghalau mendung ?

Aku ingin menikmati indahnya awan

Saat putihnya yang membiru begitu indah

Nampak menggoda

Sayang, mengapa kau diam ?

Tak inginkah kau menyenangkan aku?

Sayang,…………

Bawalah mendung itu

Laksana kau menghalau sedih di hatiku

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.