RSS

puisi-puisiku

MENGGAPAI MIMPI

 

ANDAI AKU MAMPU

ANDAI TELAH TIBA WAKTUKU

AKU INGIN TERBANG TINGGI

MENGGAPAI BINTANG YANG BERSINAR

 

TAPI, APAKAH AKU MAMPU ?

DENGAN KEPAK SAYAP KECILKU INI ?

 

TENTU AKU MAMPU

DAN AKU PERCAYA AKU BISA

 

BUNDA TELAH MENGAJARIKU

BUNDA TELAH MELATIHKU

UNTUK BISA TERBANG TINGGI

UNTUK BISA MENGGAPAI MIMPI

 

BUNDA,

BELAI DAN DIDIKANMU YANG MEMBUATKU BISA

TERIMA KASIH BUNDA

 

INI SAATNYA

 

DISAAT KITA BERMAIN BERSAMA

DISAAT KITA SHOLAT BERJAMAAH, SETIAP PAGI

TERUKIR KENANGAN MANIS

TENTANG SENYUM DAN TAWA KITA

 

WAHAI SAHABAT,

KINI ENGKAU SIAP MENETAS

LAKSANA BURUNG KECIL NAN CANTIK

YANG MAMPU UNTUK TERBANG

MENGGAPAI IMPIAN

 

SELAMAT JALAN SAHABAT

SELAMAT JALAN KAKAK BIG

SEMOGA MASA DEPANMU BERSINAR

JANGANLAH LUPAKAN KAMI DISINI

 

 

 

*) puisi ini aku buat untuk murid-muridku di TK Primagama

 

MENDONGENG ATAU BERCERITA ADALAH SESUATU YANG GAMPANG ATAU SUSAH ?

Begitu banyak dongeng atau cerita yang bisa disampaikan kepada anak-anak kita. Tentang kisah hidup, keteladanan, cara bersopansantun bahkan tentang matematika. Ada beberapa anak yang lebih gampang mempelajari sesuatu apabila melalui cerita. Tetapi tidak gampang lho membuat orang tertarik akan cerita kita. Apalagi audiens kita, anak-anak. Em…..gampang-gampang susah sih, atau susah-susah gampang, hehehe, whateverlah jawab pertanyaan setelah membaca tulisan dibawah ini ya…

Kali ini saya ingin berbagi tentang beberapa hal yang harus kita persiapkan agar kita menjadi “Pencerita atau Pendongeng” yang menarik untuk anak-anak. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa menjadi pengetahuan dasar kita dalam bercerita atau mendongeng. Sesuatu yang saya tulis ini bukan hasil tulisan saya semata, tetapi juga dari hasil membaca dari blog dan tulisan teman-teman yang sudah terlebih dahulu membahas tentang cara  mendongeng dan bercerita yang menyenangkan, terutama untuk mendongeng atau bercerita kepada anak-anak.

Sebelum kita bercerita, hal utama yang harus dipersiapkan adalah bahan bakar dari cerita kita. Ibaratnya naik motor, kita butuh bensin agar motor kita bisa berjalan. Selain bahan bakar tentunya kita juga harus memiliki kemampuan untuk membuat motor itu berjalan dengan baik. Nah, kalau berkaitan dengan mendongeng bahan bakarnya adalah “bank” cerita yang kita miliki. Banyak membaca akan memperkaya “bank” cerita kita, sehingga cerita yang kita bacakan lebih variatif dan tidak membuat anak bosan. Membaca bukan hanya membaca buku. Tetapi juga membaca kejadian atau fenomena yang terjadi di kehidupan sekitar kita ataupun kehidupan sekitar anak-anak kita.

Biasakan untuk dekat, baik ngobrol ataupun bermain dengan anak. Dengan mengobrol dan bermain kita bisa mengetahui dan memahami gaya bahasa anak kita, istilah yang dia gunakan, sesuatu yang sedang menarik perhatiannya serta sejauh mana pemahamannya akan sesuatu. Hal ini akan membuat kita lebih paham apa yang ia sukai dan ia tidak sukai, sehingga memudahkan kita bercerita kepadanya. Kemauan kita untuk mendengar merupakan realisasi dari cinta dan kasih sayang kita kepadanya.

Setelah kita mengisi bahan bakar maka kita harus mempelajari bagaimana motor bercerita kita bisa berjalan dengan baik. Saat kita menyampaikan suatu cerita berikan penekanan pada dialog atau kalimat tertentu dalam cerita yang kita bacakan atau kita tuturkan, kemudian lihat reaksi anak. Ini untuk mengetahui apakah cerita kita menarik hatinya atau tidak, sehingga kita bisa melanjutkannya atau menggantinya dengan cerita yang lain.

Kita bisa menarik perhatian  dengan mengeluarkan suara yang cukup keras (tidak perlu berteriak) untuk dapat didengar oleh semua anak yang mendengarkan cerita kita. Kita juga harus bisa menyajikan cerita secara dramatis. Berekspresilah dengan nyata.  Ungkapan emosi dalam cerita, seperti marah, sakit, terkejut, bahagia, gembira atau sedih agar anak mengenal dan memahami bentuk-bentuk emosi.  

Kita harus betul-betul menguasai cerita sehingga tahu kapan harus menekankan kata-kata tertentu atau memperlihatkan mimik muka tertentu. Misalnya kita sedang bercerita tentang seorang nenek, kita perlu ikut merubah suara kita menjadi suara nenek-nenek, agar anak-anak lebih menjiwai cerita kita. Perlihatkan gerakan yang sesuai dengan cerita anda. Contohnya jika kita bercerita tentang seorang yang sedang berbisik, maka kita tirukan gaya orang yang sedang berbisik.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam bercerita adalah gerakan mata kita. Tataplah mata anak-anak secara bergantian. Dengan tatapan mata anda ini anda dapat menguasai seluruh audiens. Ketika kita berbicara atau bercerita di depan anak-anak, ingatlah bahwa suara kita dan mimik muka serta sorotan mata kita sangat menentukan apakah kita akan berhasil menarik perhatian mereka.

Bila perlu sertakan benda-benda tambahan seperti boneka, bunga atau benda lain yang bisa mempermudah kita menyampaikan pesan dalam cerita kita. Isi pesan dan sifat cerita atau dongeng,  serta dampak yang ditimbulkan untuk anak-anak diharapkan mengandung nuansa hiburan yang mendidik dan keratif bagi anak-anak, sehingga anak merasa senang dan terhibur. Selain itu juga diharapkan mengandung pesan moral yang dalam dan komprehensif, sehingga cerita bisa dijadikan cara mendidik yang tanpa disadari anak.

Sebuah cerita biasanya akan lebih menarik jika mampu membuat anak-anak penasaran, sehingga merangsang rasa ingin tahu akan kelanjutannya dan akhir ceritanya.

Nah, sekarang apa jawaban dari pertanyaan di atas ?

Selamat menjawab dan mencoba berdongeng.

 

Seuntai Cinta Untuk Suamiku

 

 

 

 

 

 

 

Kau adalah darahku,Kau adalah jantungku

Kau adalah hidupku,Lengkapi diriku

 

Merupakan sebait lagu yang ingin aku nyanyikan

Meskipun kau tak sempurna

 

Wajah masam yang pernah kau suguhkan padaku

Terkikis senyum manis yang terpancar dari wajahmu

 

Kata-kata yang pernah mengiris hati

Terobati dengan belain lembut tanganmu

 

Sikap tak pedulimu yang membuatku sedih

Terbalas perhatianmu yang menggetarkan hati

 

Semuanya pernah membuatku ingin menyerah

Cintamu yang menarikku kembali dan mempertahankan aku di sini

 

Sayang, Cukup banyak tangisan yang kau sebabkan

Tak kalah banyaknya tawa dan kesenangan yang kau persembahkan

 

Sayang kau memang tak sempurna

Tapi kau sungguh telah melengkapi hidupku

 

I love you so…

 

PRITA TIDAK SOMBONG LAGI (dimuat di majalah mentari)

 

Adalah seekor kupu-kupu nan cantik yang hidup di sebuah taman kerajaan. Prita namanya. Memiliki sayap pelangi yang membaur dengan menawan. Merah, kuning, hijau dengan semburat keemasan di masing-masing sisinya. Warna-warna yang nampak sedap dipandang mata. Tak jemu teman-teman, orang tua kupu-kupu lain mengaguminya. Kalau boleh di bilang Prita kupu-kupu tercantik di taman ini.

Sang putripun sangat menyukai duduk berlama-lama di taman ini hanya untuk menikmati keindahan kepak sayap Prita, di temani sang mentari pagi. Putri Alea sebenarnya tak kalah cantiknya dengan Prita. Rambutnya yang hitam mengkilat selalu di ikat dengan pita sutra yang lembut dengan warna-warna yang menawan.

Putri Alea menunjukkan rasa sukanya pada Prita dengan membuat sebuah jepit kupu-kupu yang mirip dengan sayap-sayap indah Prita.

Sayang sekali keindahan sayap Prita tak seindah perangai Prita. Prita seekor kupu-kupu yang sadar diri kalau dirinya memiliki sayap yang indah nan cantik. Hal ini membuat Prita sombong. Yang seharusnya sebagai mahluk Tuhan tidaklah kita diperkenankan untuk menyombongkan diri hanya karena sedikit kelebihan yang dimiliki.

Suatu hari di musin semi Prita berjalan-jalan mengunjungi bunga-bunga yang sedang bermekaran dengan sempurna. Kelopak bunga yang sedang menghangatkan diri semakin tampak merekah. Prita terbang dengan lemah gemulai bagaikan seorang penari saat di atas panggung. Dengan kepak sayap warna warninya, membuat bunga-bunga berdecak kagum. Mawar merah, mawar kuning dan mawar putih serentak menyapa Prita yang sedang melewati tangkai mereka.

“Salam, Prita. Hendak kemanakah engkau, wahai kupu-kupu cantik ?”

Seakan ingin menggoda dan memperlihatkan sayap indahnya, Prita tidak menjawab dan hanya berputar-putar di sela-sela dahan mawar yang berduri. Dengan gesit dan lincah Prita terbang berputar-putar.

Ketiga bunga hanya tersenyum. Mereka bertiga hanya bisa tersenyum-senyum seakan berkata. “Wah, mulai nih. Prita mulai memamerkan sayap-sayap indahnya”. Hampir semua penghuni taman ini sudah mengenal sifat sombong Prita.

Setelah sekian lama menikmati harum bunga sekaligus memamerkan sayap-sayapnya yang indah. Dan nampak lebih indah saat mentari turut menyinari sayapnya. Semburat keemasan yang dimilikinya bersinar dan bercahaya. Sungguh mengagumkan.

Namun kali ini Prita kurang beruntung. Karena terkejut dengan kemunculan ulat yang tiba-tiba dari balik daut, sapap sebelah kirinya tergores duri tangkai mawar kuning dan terasa perih.

“Auw…sakit “, Prita berteriak perih. Sambil menstabilkan diri dengan sayap kanannya Prita terjatuh di sebuah daun lebar. Prita mulai menangis dan memaki ulat yang bergerak mendekat karena merasa bersalah.

“Dasar ulat jelek. Mengapa kamu membuatku kaget ? Kamu iri dengan sayap indahku ya. Pergisanajangan dekat-dekat aku. Sayapku tidak akan pernah bisa kamu perbaiki. Pergi……”

Teriakan Prita membuat si ulat takut. Dan terdiam namun tidak menjauh. Si ulat sebenarnya ingin menyentuh sayap indah Prita. Namun dia tidak mau bersikap kurang ajar. Ulat takut Prita bertambah marah.

Teriakan Prita ternyata juga mengundang neneknya mendekat. Nenek Prita terkenal sebagai kupu-kupu tua yang baik hati dan pintar mengobati. Seperti layaknya dukun di dunia manusia.

“Adaapa sayang ? Mengapa sayapmu terluka ?”, tanya nenek dengan lembut. Dengan terbata-bata Prita menceritakan kembali kisahnya.Parabunga hanya tersenyum dengan harapan Prita mengambil pelajaran dari kemalangan yang menimpanya. Kesombongan pasti akan berakibat buruk pada diri kita sendiri. Dan saat ini Prita kena batunya karena kesombongannya tidak mau menjawab salam dari ketiga bunga.

“Semua ini karena ulat jelek itu….”, Prita mengakhiri ceritanya dengan menunjuk dan berteriak pada si ulat yang hanya menatap Prita dengan penuh rasa penyesalan.

“Sayang, tidak boleh kasar kepada mahluk lain. Prita sayang, kamu tahu, sebelum kamu menjadi seekor kupu-kupu yang cantik seperti sekarang ini, waktu kecil kamu juga berwujud seperti ulat kecil itu “, nenek berusaha menenangkan Prita. Kemudian nenek melanjutkan, “Semua kupu-kupu berawal dari telur yang mungil, lalu berkembang menjadi ulat kecil seperti dia “. Nenek menunjuk pada ulat kecil. Lalu dengan isyarat tangan nenek meminta si ulat mendekat.

“Setelah itu ulat bermetamorfosis menjadi sebuah kepompong. Yang kemudian merubahlah menjadi kupu-kupu yang cantik. Sayap indah dengan penuh warna. Yang akan berkilauan saat tersentuh sinar matahari “.

Si ulat, Prita bahkan ketiga bunga mawar terdiam mendengar cerita nenek. Ketiga bunga turut membenarkan kisah nenek.

Dengan wajah tidak percaya Prita bertanya “Apakah benar dulu aku sejelek ulat itu ?”

“Sayang, ulat itu tidak jelek. Semua mahluk yang ada di dunia ini memiliki keindahan sendiri-sendiri. Tidak ada gunanya kita merasa cantik namun sikap dan sifat kita tidak cantik. Tidak ada yang mau berteman dengan kita “

“Jadi itu sebabnya, kupu-kupu yang lain tidah mengajakku ke pesta ulang tahun Meyra beberapa hari yang lalu ?”

Nenek hanya bisa tersenyum senang. Ternyata cucunya yang cantik sudah menyadari kesalahannya.

Prita mengerti arti senyuman nenek, lalu tersenyum manis pada si ulat sambil berkata “Aku berjanji tidak akan menyombongkan diri lagi “. 

 
 

surat cinta u anakku

anak kecil, anak bunda

tumbuhlah besar

sehat tubuh sehat hati

rentang tangan mungilmu

rengkuh bunda dalam ceriamu

hiasi hari ini dengan pelangi kasiih mu

anak kecil, anak bunda

senyum manismu menggetarkan kalbu

meredam amarah menebar asmara

terasa ada cinta baru

saat engkau tertawa dan memelukku

mewarnai jiwa ragaku

anak kecil, anak bunda

mengalirlah menuju muara kebenaran

pergunakan harimu dengan bijaksana

anak kecil, anak bunda

pegang tangan ini melangkahlah bersamaku

songsong hari esok dengan lebih baik

diandra rafa sujarwo, i love u so..

malang, 10 Juli 2011

 

Membuat Mainan Kertas (ORIGAMI)

Menurut Wikipedia, Origami merupakan sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan. Namun yang begitu populer dan di gemari oleh masyarakat adalah Origami Kertas.

Sebuah situs (http://ayuningtiyas.com/) mengatakan bahwa kata Origami berasal dari bahasa Jepang. Gabungan dari kata oru yang bermakna melipat dan kami yang berarti kertas. Bila kedua kata tersebut digabung, ada perubahan sedikit namun tidak merubah artinya yakni dari kata kami menjadi gami. Sehingga yang terbentuk adalah origami, maksudnya melipat kertas. Saat ini, kata origami telah dikenal dan digunakan di seluruh penjuru dunia untuk menyebut seni melipat kertas.

Aku mulai tertarik pada origami saat anakku, Andra, baru mendapat kertas lipat dari sekolah PAUD nya. Pada awalnya hanya sekedar ingin mengisi waktu luang. Tapi ternyata origami juga bisa dijadikan dekorasi dan tentunya sebagai media pembelajaran untuk anak-anak kita, dan tidak menutup kemungkinan untuk diri kita sendiri.  Sebuah situs internet (http://ferryabdurrahman.blogspot.com) mengatakan bahwa Origami ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya :

1. Anak belajar meniru/mengikuti arahan

Ketika seorang anak mengikuti tahap demi tahap lipatan dengan baik, maka sebenarnya ia telah belajar bagaimana mengikuti petunjuk dan arahan baik dari orang tua, instruktur, maupun dari gambar/foto origami. Dari sanalah ia belajar membuat sesuatu dari cara yang paling mendasar yakni meniru.

 2. Anak belajar berkreatifitas

Origami memang dunia kreatifitas. Begitu banyak model origami, baik model tradisional maupun model dari karya-karya terbaru. Seorang anak tinggal memilih model apa dan mana yang ia sukai. Seiring dengan itu, jika anak sudah mulai mahir melipat dan sudah banyak model yang ia lipat, maka pada saat tertentu nanti akan muncul gagasan ingin membuat sesuatu dari teknik-teknik lipatan yang telah dikenalnya. Ini artinya ia belajar berkreasi untuk menghasilkan sesuatu.

3. Anak belajar berimajinasi

Model origami biasanya juga merupakan miniatur dari makhluk dan benda-benda kebutuhan hidup. Modelnya merupakan hasil dari imajinasi para pembuatnya.Adamodel-model yang sangat jelas atau sangat natural dari bentuk-bentuk atau model-model kehidupan. Namun ia juga kadang begitu abstrak sehingga lebih diperlukan imajinasi yang kuat untuk menangkapnya. Seorang anak akan belajar berimajinasi melalui origami ini. Apalagi ketika ia telah mencoba berkreasi dengan sesuatu bentuk yang baru tanpa meniru atau mengikuti diagramnya.

Teknik Origami identik dengan teknik melipat. Dan yang paling sederhana lipatan valley (lembah). Teknik ini di awali melipat kertas rata dengan ciri jika dikembalikan lagi (tidak dilipat lagi) garis lipatan akan membentuk suatu sungai/lembah. Lipatan dasar lainnya  adalah lipatan mountain (gunung), di mana jika kertas dikembalikan lagi akan membentuk suatu bubungan yang terangkat atau bentukan gunung. Lipatan mountain (gunung) ini jelas berkebalikan dengan lipatan valley (lembah).   Kombinasi-kombinasi dari lipatan-lipatan dasar ini membentuk dasar-dasar dan permulaan bentuk yang dapat digunakan untuk melipat berbagai model. Tentu saja, dalam perkembangannya banyak lipatan kompleks dan teknik-teknik baru yang ditemukan dan dikembangkan kemudian, sesuai dengan pemikiran si pelipat atau untuk lebih umumnya disebut  paperfolder.

Berikut ini coba saya tampilkan sebuah  jenis teknik melipat Origami yang pertama kali saya kuasai dan cukup sederhana

Apabila anda masih penasaran dengan teknik dan bentuk yang lainnya tanya saja mBah Google. Selamat mencoba dan berekspresi….

 

 

Resep Stick Bawang

Lagi tidak ada kerjaan dan pingin makan camilan terus..? coba aja resep stik bawang berikut ini, pasti lebih puas. Dan aku jamin anak-anak juga suka tuh. Dari pada anak kita jajan sembarangan, lebih baik kita buatin di rumah. Bahan-bahanya aman dan mudah di dapat. Resep ini aku peroleh dari berbagai sumber referensi yang terpercaya, trus aku kreasikan sendiri sesuai selera. Kamu juga pasti bisa. Jadi dibaca baik-baik dan praktekkan! Dijamin top deh hasilnya🙂

Bahan Stick Bawang
• 250 gram tepung terigu protein rendah
• 250 gram tepung kanji (bisa diganti tepung tapioca)
• 50 gram margarin
• 25 gram bawang putih (cincang kasar)
• 25 ml santan kental
• 1 liter minyak goring

Bahan Bumbu Garlic Stick
• 1 1/2 sdt garam
• 1 sdt penyedap rasa (sesuai selera, bisa juga diganti dengan perasa lain ex: rasa pedas, jagung baker, keju)

Cara Membuat Garlic Stick
• Campurkan kedua macam tepung, margarin, santan, dan bumbu. Aduk hingga rata.
• Setelah kalis, masukkan bawang putih cincang dan aduk kembali. Sisihkan.
• Siapkan mesin pasta. Giling sampai tipis, sambil ditaburi tepung terigu agar tidak lengket.
• Potong adonan kira-kira dengan diameter 1.5 cm dan panjang 8 cm.
• Panaskan minyak. Goreng adonan hingga kuning kecokelatan. Angkat.
• Sajikan.

Apabila kamu tidak memiliki mesin pasta, kamu bisa menipiskan adonan dengan botol sirup yang sebelumnya dilapisi dengan plastic terlebih dahulu. Selamat mencoba…!

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.