RSS

LIBURAN OH LIBURAN

Semakin maju perkembangan manusai semakin banyak cara yang bisa ditempuh untuk menikmati liburan. Tempat wisata penuh marajalela. Mulai dari batu besar yang sedikit permak sana sini langsung booming. Air sungai dengan batu-batu besar menjadi wisata arung jeram. Tidak akan habis kata menggambarkan berbagai macam tempat wisata.

Berbagai macam tempat yang bisa dikunjungi untuk menghabiskan waktu liburan. Akan tetapi tidak semua orang tua memiliki waktu dan dana. Butuh persiapan cukup untuk menikmati liburan yang menyenangkan. Menabung untuk kuliner dan dana masuk ke tempat wisata. Menyiapkan waktu untuk berjuang di jalanan yang biasanya macet pada waktu liburan.

Hanya itu saja kegiatan untuk menikmati hari libur ? Tentulah tidak. Butuh cukup kreatifitas untuk menikmati hari libur tanpa dana dan waktu yang cukup banyak. Para jagoanku cukup mengerti. Ayah tidak libur. Sungguh tidak menyenangkan jika liburan tanpa ayah.

Banyak permainan yang bisa dilakukan. Anak-anak kreatif. Bantal dan guling ditumpuk tinggi bisa menjadi motor balap. Mereka bisa tahan berjam-jam bermain ini di kasur. Sprei kusut, bantal dan guling segera kempes. namun kreatifitas mereka berkembang. Kebahagiaan mereka melimpah. Tertawa-tawa sampai lelah. Syukur alhamdulillah…

“Bunda aku capek”, kata jagoan kecil sambil nempel sama bunda yang masak di dapur. Bunda belum sempet menjawab, panggilan si kakak terdengar “Ayo dek lagi..”. “Siap bos…”, jawab adek dengan mantab sambil hormat kepada bundanya. Penuh rasanya hati ini dengan keharuan dan kebanggaan. Anak-anak yang menyenangkan.

Berjuta doa yang bisa kita panjatkan untuk anak-anak tersayang. Kalian harus bisa menjadi orang memiliki segalanya namun tetap bersahaya. Memiliki dunia dan akhirat di hati kalian. Semoga selalu menjadi kebanggaan bunda dan ayah. Semoga sehat dan kreatif selalu.

Ini liburan kami. Bagaimana dengan liburan kalian ?img_20171221_075552.jpg

Iklan
 

GERAH JANGAN MARAH

Pulau kalimantan terkenal dengan hutannya masih cukup luas. Pada sebuah titik hiduplah sekumpulan hewan yang beraneka ragam jenisnya. Gajah, jerapah, kelinci, serigala dan berbagai macam binatang lainnya.

Pada suatu hari saat musim kemarau tiba. Sang matahari bersinar dengan riangnya. Sinar teriknya terpancar di seluruh hutan Cuaca panas terasa.

“Duuuh, gerah, gerah, gerah “, ucap Dora si anak jerapah.

Keringat mengalir dari atas kepalanya.

“Iya, ya. Membuat malas main sepak bola,” timpal Cici kelinci.

“Main sepak bola, panas. Main petak umpet, panas. Gobak sodor juga bikin kita berkeringat. Main apa dong ?” Jaja gajah berkeluh kesah.

“Berendam di danau yuk” usul Lala si cantik serigala.

“Airnya juga panas”, tolak Dora.

Suasana hutan memang sedang panas. Selain karena matahari yang sedang bersemangat untuk bersinar, ada kebakaran hutan yang sedang melanda di sisi barat hutan.

“Menyebalkan”, teriak Lala. “Mengapa manusia-manusia itu sering mengusik kita ya?”

“Entahlah. Mungkin saja mereka diciptakan untuk mengganggu kita ?” sahut Dora.

“Kita tidak boleh berpikiran buruk. Tidak semua manusia suka mengganggu “ Cici menimpali kekesalan Lala.

Lalu Cici teringat tentang undangan rapat dari Raja Hutan. Hutan ini dikepalai oleh Singsing singa. Raja hutan terkenal sebagai Raja yang bijaksana.

“Aha…”, Cici berteriak mengagetkan teman-temannya.

“Kita ‘kan di undang rapat Raja Singsing !” Lala dan Cici berbarengan.

Dora lalu menjawab “Pasti kita akan membicarakan tentang keadaan ini”

“Sip.. Kalau ada permasalahan harus dicari solusinya”, lanjut Dora.

“Iyes “, Lala dan Cici menjawab serempak dengan semangat.

Mereka lalu beriringan berjalan ke arah danau. Dora akan bertugas membuat hujan buatan. Mereka akan berpura-pura sedang ada hujan.

 

NUR AHITA WIDIASTUTI, S.Pd

TK PERSATUAN ISTRI GURU

nb: dibuat dalam rangka menyelesaikan tugas workshop peningkatan kualitas guru Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

 

puisi-puisiku

MENGGAPAI MIMPI

 

ANDAI AKU MAMPU

ANDAI TELAH TIBA WAKTUKU

AKU INGIN TERBANG TINGGI

MENGGAPAI BINTANG YANG BERSINAR

 

TAPI, APAKAH AKU MAMPU ?

DENGAN KEPAK SAYAP KECILKU INI ?

 

TENTU AKU MAMPU

DAN AKU PERCAYA AKU BISA

 

BUNDA TELAH MENGAJARIKU

BUNDA TELAH MELATIHKU

UNTUK BISA TERBANG TINGGI

UNTUK BISA MENGGAPAI MIMPI

 

BUNDA,

BELAI DAN DIDIKANMU YANG MEMBUATKU BISA

TERIMA KASIH BUNDA

 

INI SAATNYA

 

DISAAT KITA BERMAIN BERSAMA

DISAAT KITA SHOLAT BERJAMAAH, SETIAP PAGI

TERUKIR KENANGAN MANIS

TENTANG SENYUM DAN TAWA KITA

 

WAHAI SAHABAT,

KINI ENGKAU SIAP MENETAS

LAKSANA BURUNG KECIL NAN CANTIK

YANG MAMPU UNTUK TERBANG

MENGGAPAI IMPIAN

 

SELAMAT JALAN SAHABAT

SELAMAT JALAN KAKAK BIG

SEMOGA MASA DEPANMU BERSINAR

JANGANLAH LUPAKAN KAMI DISINI

 

 

 

*) puisi ini aku buat untuk murid-muridku di TK Primagama

 

MENDONGENG ATAU BERCERITA ADALAH SESUATU YANG GAMPANG ATAU SUSAH ?

Begitu banyak dongeng atau cerita yang bisa disampaikan kepada anak-anak kita. Tentang kisah hidup, keteladanan, cara bersopansantun bahkan tentang matematika. Ada beberapa anak yang lebih gampang mempelajari sesuatu apabila melalui cerita. Tetapi tidak gampang lho membuat orang tertarik akan cerita kita. Apalagi audiens kita, anak-anak. Em…..gampang-gampang susah sih, atau susah-susah gampang, hehehe, whateverlah jawab pertanyaan setelah membaca tulisan dibawah ini ya…

Kali ini saya ingin berbagi tentang beberapa hal yang harus kita persiapkan agar kita menjadi “Pencerita atau Pendongeng” yang menarik untuk anak-anak. Berikut ini ada beberapa hal yang bisa menjadi pengetahuan dasar kita dalam bercerita atau mendongeng. Sesuatu yang saya tulis ini bukan hasil tulisan saya semata, tetapi juga dari hasil membaca dari blog dan tulisan teman-teman yang sudah terlebih dahulu membahas tentang cara  mendongeng dan bercerita yang menyenangkan, terutama untuk mendongeng atau bercerita kepada anak-anak.

Sebelum kita bercerita, hal utama yang harus dipersiapkan adalah bahan bakar dari cerita kita. Ibaratnya naik motor, kita butuh bensin agar motor kita bisa berjalan. Selain bahan bakar tentunya kita juga harus memiliki kemampuan untuk membuat motor itu berjalan dengan baik. Nah, kalau berkaitan dengan mendongeng bahan bakarnya adalah “bank” cerita yang kita miliki. Banyak membaca akan memperkaya “bank” cerita kita, sehingga cerita yang kita bacakan lebih variatif dan tidak membuat anak bosan. Membaca bukan hanya membaca buku. Tetapi juga membaca kejadian atau fenomena yang terjadi di kehidupan sekitar kita ataupun kehidupan sekitar anak-anak kita.

Biasakan untuk dekat, baik ngobrol ataupun bermain dengan anak. Dengan mengobrol dan bermain kita bisa mengetahui dan memahami gaya bahasa anak kita, istilah yang dia gunakan, sesuatu yang sedang menarik perhatiannya serta sejauh mana pemahamannya akan sesuatu. Hal ini akan membuat kita lebih paham apa yang ia sukai dan ia tidak sukai, sehingga memudahkan kita bercerita kepadanya. Kemauan kita untuk mendengar merupakan realisasi dari cinta dan kasih sayang kita kepadanya.

Setelah kita mengisi bahan bakar maka kita harus mempelajari bagaimana motor bercerita kita bisa berjalan dengan baik. Saat kita menyampaikan suatu cerita berikan penekanan pada dialog atau kalimat tertentu dalam cerita yang kita bacakan atau kita tuturkan, kemudian lihat reaksi anak. Ini untuk mengetahui apakah cerita kita menarik hatinya atau tidak, sehingga kita bisa melanjutkannya atau menggantinya dengan cerita yang lain.

Kita bisa menarik perhatian  dengan mengeluarkan suara yang cukup keras (tidak perlu berteriak) untuk dapat didengar oleh semua anak yang mendengarkan cerita kita. Kita juga harus bisa menyajikan cerita secara dramatis. Berekspresilah dengan nyata.  Ungkapan emosi dalam cerita, seperti marah, sakit, terkejut, bahagia, gembira atau sedih agar anak mengenal dan memahami bentuk-bentuk emosi.  

Kita harus betul-betul menguasai cerita sehingga tahu kapan harus menekankan kata-kata tertentu atau memperlihatkan mimik muka tertentu. Misalnya kita sedang bercerita tentang seorang nenek, kita perlu ikut merubah suara kita menjadi suara nenek-nenek, agar anak-anak lebih menjiwai cerita kita. Perlihatkan gerakan yang sesuai dengan cerita anda. Contohnya jika kita bercerita tentang seorang yang sedang berbisik, maka kita tirukan gaya orang yang sedang berbisik.

Hal yang tidak kalah pentingnya dalam bercerita adalah gerakan mata kita. Tataplah mata anak-anak secara bergantian. Dengan tatapan mata anda ini anda dapat menguasai seluruh audiens. Ketika kita berbicara atau bercerita di depan anak-anak, ingatlah bahwa suara kita dan mimik muka serta sorotan mata kita sangat menentukan apakah kita akan berhasil menarik perhatian mereka.

Bila perlu sertakan benda-benda tambahan seperti boneka, bunga atau benda lain yang bisa mempermudah kita menyampaikan pesan dalam cerita kita. Isi pesan dan sifat cerita atau dongeng,  serta dampak yang ditimbulkan untuk anak-anak diharapkan mengandung nuansa hiburan yang mendidik dan keratif bagi anak-anak, sehingga anak merasa senang dan terhibur. Selain itu juga diharapkan mengandung pesan moral yang dalam dan komprehensif, sehingga cerita bisa dijadikan cara mendidik yang tanpa disadari anak.

Sebuah cerita biasanya akan lebih menarik jika mampu membuat anak-anak penasaran, sehingga merangsang rasa ingin tahu akan kelanjutannya dan akhir ceritanya.

Nah, sekarang apa jawaban dari pertanyaan di atas ?

Selamat menjawab dan mencoba berdongeng.

 

Seuntai Cinta Untuk Suamiku

 

 

 

 

 

 

 

Kau adalah darahku,Kau adalah jantungku

Kau adalah hidupku,Lengkapi diriku

 

Merupakan sebait lagu yang ingin aku nyanyikan

Meskipun kau tak sempurna

 

Wajah masam yang pernah kau suguhkan padaku

Terkikis senyum manis yang terpancar dari wajahmu

 

Kata-kata yang pernah mengiris hati

Terobati dengan belain lembut tanganmu

 

Sikap tak pedulimu yang membuatku sedih

Terbalas perhatianmu yang menggetarkan hati

 

Semuanya pernah membuatku ingin menyerah

Cintamu yang menarikku kembali dan mempertahankan aku di sini

 

Sayang, Cukup banyak tangisan yang kau sebabkan

Tak kalah banyaknya tawa dan kesenangan yang kau persembahkan

 

Sayang kau memang tak sempurna

Tapi kau sungguh telah melengkapi hidupku

 

I love you so…

 

PRITA TIDAK SOMBONG LAGI (dimuat di majalah mentari)

 

Adalah seekor kupu-kupu nan cantik yang hidup di sebuah taman kerajaan. Prita namanya. Memiliki sayap pelangi yang membaur dengan menawan. Merah, kuning, hijau dengan semburat keemasan di masing-masing sisinya. Warna-warna yang nampak sedap dipandang mata. Tak jemu teman-teman, orang tua kupu-kupu lain mengaguminya. Kalau boleh di bilang Prita kupu-kupu tercantik di taman ini.

Sang putripun sangat menyukai duduk berlama-lama di taman ini hanya untuk menikmati keindahan kepak sayap Prita, di temani sang mentari pagi. Putri Alea sebenarnya tak kalah cantiknya dengan Prita. Rambutnya yang hitam mengkilat selalu di ikat dengan pita sutra yang lembut dengan warna-warna yang menawan.

Putri Alea menunjukkan rasa sukanya pada Prita dengan membuat sebuah jepit kupu-kupu yang mirip dengan sayap-sayap indah Prita.

Sayang sekali keindahan sayap Prita tak seindah perangai Prita. Prita seekor kupu-kupu yang sadar diri kalau dirinya memiliki sayap yang indah nan cantik. Hal ini membuat Prita sombong. Yang seharusnya sebagai mahluk Tuhan tidaklah kita diperkenankan untuk menyombongkan diri hanya karena sedikit kelebihan yang dimiliki.

Suatu hari di musin semi Prita berjalan-jalan mengunjungi bunga-bunga yang sedang bermekaran dengan sempurna. Kelopak bunga yang sedang menghangatkan diri semakin tampak merekah. Prita terbang dengan lemah gemulai bagaikan seorang penari saat di atas panggung. Dengan kepak sayap warna warninya, membuat bunga-bunga berdecak kagum. Mawar merah, mawar kuning dan mawar putih serentak menyapa Prita yang sedang melewati tangkai mereka.

“Salam, Prita. Hendak kemanakah engkau, wahai kupu-kupu cantik ?”

Seakan ingin menggoda dan memperlihatkan sayap indahnya, Prita tidak menjawab dan hanya berputar-putar di sela-sela dahan mawar yang berduri. Dengan gesit dan lincah Prita terbang berputar-putar.

Ketiga bunga hanya tersenyum. Mereka bertiga hanya bisa tersenyum-senyum seakan berkata. “Wah, mulai nih. Prita mulai memamerkan sayap-sayap indahnya”. Hampir semua penghuni taman ini sudah mengenal sifat sombong Prita.

Setelah sekian lama menikmati harum bunga sekaligus memamerkan sayap-sayapnya yang indah. Dan nampak lebih indah saat mentari turut menyinari sayapnya. Semburat keemasan yang dimilikinya bersinar dan bercahaya. Sungguh mengagumkan.

Namun kali ini Prita kurang beruntung. Karena terkejut dengan kemunculan ulat yang tiba-tiba dari balik daut, sapap sebelah kirinya tergores duri tangkai mawar kuning dan terasa perih.

“Auw…sakit “, Prita berteriak perih. Sambil menstabilkan diri dengan sayap kanannya Prita terjatuh di sebuah daun lebar. Prita mulai menangis dan memaki ulat yang bergerak mendekat karena merasa bersalah.

“Dasar ulat jelek. Mengapa kamu membuatku kaget ? Kamu iri dengan sayap indahku ya. Pergisanajangan dekat-dekat aku. Sayapku tidak akan pernah bisa kamu perbaiki. Pergi……”

Teriakan Prita membuat si ulat takut. Dan terdiam namun tidak menjauh. Si ulat sebenarnya ingin menyentuh sayap indah Prita. Namun dia tidak mau bersikap kurang ajar. Ulat takut Prita bertambah marah.

Teriakan Prita ternyata juga mengundang neneknya mendekat. Nenek Prita terkenal sebagai kupu-kupu tua yang baik hati dan pintar mengobati. Seperti layaknya dukun di dunia manusia.

“Adaapa sayang ? Mengapa sayapmu terluka ?”, tanya nenek dengan lembut. Dengan terbata-bata Prita menceritakan kembali kisahnya.Parabunga hanya tersenyum dengan harapan Prita mengambil pelajaran dari kemalangan yang menimpanya. Kesombongan pasti akan berakibat buruk pada diri kita sendiri. Dan saat ini Prita kena batunya karena kesombongannya tidak mau menjawab salam dari ketiga bunga.

“Semua ini karena ulat jelek itu….”, Prita mengakhiri ceritanya dengan menunjuk dan berteriak pada si ulat yang hanya menatap Prita dengan penuh rasa penyesalan.

“Sayang, tidak boleh kasar kepada mahluk lain. Prita sayang, kamu tahu, sebelum kamu menjadi seekor kupu-kupu yang cantik seperti sekarang ini, waktu kecil kamu juga berwujud seperti ulat kecil itu “, nenek berusaha menenangkan Prita. Kemudian nenek melanjutkan, “Semua kupu-kupu berawal dari telur yang mungil, lalu berkembang menjadi ulat kecil seperti dia “. Nenek menunjuk pada ulat kecil. Lalu dengan isyarat tangan nenek meminta si ulat mendekat.

“Setelah itu ulat bermetamorfosis menjadi sebuah kepompong. Yang kemudian merubahlah menjadi kupu-kupu yang cantik. Sayap indah dengan penuh warna. Yang akan berkilauan saat tersentuh sinar matahari “.

Si ulat, Prita bahkan ketiga bunga mawar terdiam mendengar cerita nenek. Ketiga bunga turut membenarkan kisah nenek.

Dengan wajah tidak percaya Prita bertanya “Apakah benar dulu aku sejelek ulat itu ?”

“Sayang, ulat itu tidak jelek. Semua mahluk yang ada di dunia ini memiliki keindahan sendiri-sendiri. Tidak ada gunanya kita merasa cantik namun sikap dan sifat kita tidak cantik. Tidak ada yang mau berteman dengan kita “

“Jadi itu sebabnya, kupu-kupu yang lain tidah mengajakku ke pesta ulang tahun Meyra beberapa hari yang lalu ?”

Nenek hanya bisa tersenyum senang. Ternyata cucunya yang cantik sudah menyadari kesalahannya.

Prita mengerti arti senyuman nenek, lalu tersenyum manis pada si ulat sambil berkata “Aku berjanji tidak akan menyombongkan diri lagi “. 

 
 

surat cinta u anakku

anak kecil, anak bunda

tumbuhlah besar

sehat tubuh sehat hati

rentang tangan mungilmu

rengkuh bunda dalam ceriamu

hiasi hari ini dengan pelangi kasiih mu

anak kecil, anak bunda

senyum manismu menggetarkan kalbu

meredam amarah menebar asmara

terasa ada cinta baru

saat engkau tertawa dan memelukku

mewarnai jiwa ragaku

anak kecil, anak bunda

mengalirlah menuju muara kebenaran

pergunakan harimu dengan bijaksana

anak kecil, anak bunda

pegang tangan ini melangkahlah bersamaku

songsong hari esok dengan lebih baik

diandra rafa sujarwo, i love u so..

malang, 10 Juli 2011