RSS

CELOTEH MY ANDRA,metode mengajari bayi cepat berbicara

27 Nov

Diandra Rafa Sujarwo, buah hatiku yang memiliki panggilan Andra, bulan ini sudah genap 1 tahun. Tepatnya tanggal 3 november kemarin. Andra sudah mulai mengerti jika aku ajak berbicara. Walau dia hanya bisa bilang ta-ta, mboh, bah dan terkadang dia juga bisa memanggil ayahnya dengan jelas, ayaaah. Namun saat memanggil lawan bicaranya dia paling sering memanggil dengan sebutan ta-ta. Demikian juga saat memanggil Bunda tercintanya ini,hehehe.

Mendengar batita kita yang menggumam pasti membuat hati senang. Gumaman bayi itu merupakan ekspresinya saat ia mendengar suara dan artikulasi bahasa ataupun saat merespon sebuah komunikasi. Mengajak bayi berbicara, menurut Thiessen membantu si bayi untuk mempelajari bunyi, suara dan ritme kalimat.

Salah satu metode yang bisa digunakan untuk membantu batita kita bicara antara lain seperti yang dijelaskan Lise Eliot, Ph.D “Penulis buku What’s Going on in There? How the Brain and Mind Develop in the First Five Years of Life (Bantam, 1999)”, yaitu:

1. Sering mengajak bayi bicara

Jangan dulu membayangkan padatnya jadwal mendongeng, mengulang-ulang alfabet, atau membalik-balik “flash card” di hadapan si bayi, sebab ayah dan ibu hanya perlu mengajaknya ngobrol. Kapan ngobrol-nya? Sejak bayi lahir, sampaikan apa yang sedang Anda lihat, dengar, atau lakukan dengan kata-kata. Begitu pula, tanggapi selalu ajakan berkomunikasinya entah itu berupa tangisan, gumaman, ocehan, atau celotehan. Tujuan keduanya agar ia merasa dilibatkan.

Lewat percakapan yang “bodoh” sekalipun, kepekaan awal bayi untuk mendengar kata-kata akan meningkat. Misalnya, “Halo Sayang, tunggu sebentar ya, Ibu siapkan ASI untukmu.” Atau, ‘Lihat nih, Ayah baru pulang dari kantor. Wah, tas Ayah berat. Kamu mau bantu angkat, Sayang?” Mendengar percakapan akan membantu meningkatkan sensitivitas awal bayi pada kemampuan berbicara. Ia juga mulai belajar mengenali suara ayah-ibu berikut intonasi yang beragam.

2. Bermain bersama

Bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan. Bermain sekaligus juga mengajari bayi pentingnya membina hubungan sosial. Bukankah bermain mengajarinya mengenal aturan dan kebersamaan? Setiap kali Anda bermain dengannya, kenalkan aturan permainan dan jangan ragu untuk menyampaikannya. Ketika bermain cilukba, misalnya, terangkan, “Ibu akan menutup matamu ya. Kalau Ibu bilang ‘cilukba’, buka matamu ya.” Dengan mengulang-ulang secara rutin, bayi akan memahami aturan permainan. Pada akhirnya dia juga akan mengerti bahwa aturan bersama (social agreement) sering kali dijabarkan lewat kata-kata.

3. Tunjukkan rasa cinta

Dalam situasi penuh cinta, bayi akan mampu belajar banyak. Kenapa? Karena ekspresi cinta mendorong orangtua untuk bicara dan bertindak dengan cara yang menyenangkan juga membangkitkan antusiasme si kecil.

Penelitian yang dilakukan Eliot mengungkapkan, anak-anak yang cerdas bertutur dan memiliki banyak perbendaharaan kata umumnya punya orangtua yang sering mengajak mereka berdiskusi, bahkan sejak bayi.

Namun hal yang harus diperhatikan saat kita mengajari batita kita berbicara adalah:

* Jangan memaksa anak berbicara.
* Kalau bayi / anak bersuara (walaupun tidak jelas) berikan jawaban, seolah-olah kita mengerti ucapannya
* Pujilah segera kalau dia berbicara benar.
* Jangan menyalahkan anak kalau ia salah mengucapkannya
* Kalau anak sudah bosan sebaiknya beralih ke kegiatan lain
Latihan – latihan ini selain merangsang berbicara sekaligus merangsang perkembangan emosi, sosial, dan perkembangan kognitif ( kecerdasan).

Semoga tulisan yang disarikan dari beberapa sumber di atas dapat menambah referensi kita saat mengajari batita tersayang berbicara. Semangat…….!!!!!!!!!!!!!

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 27, 2009 in 4661

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: