RSS

Mencegah Iritasi Akibat Popok (Ruam Popok)

23 Apr

Ruam popok adalah masalah yang sering terjadi pada bayi berusia di bawah satu tahun. Bahkan menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Hurwitz Clinical Pediatric Dermatology, 2006, satu dari tiga bayi dan balita pernah menderita ruam popok.

Ruam popok adalah iritasi kulit di sekitar bokong, alat kelamin, dan pangkal paha bagian dalam bayi. Tandanya adalah kemerahan seperti luka bakar dan kadang disertai rasa gatal, lecet dan perih yang membuat anak menjadi rewel. Penyebab terjadinya ruam popok terdiri dari multifaktor.

Pertama, fungsi kulit yang belum sempurna, sehingga kulitnya menjadi sensitif terutama pada area yang tertutupi popok. Kedua, kondisi iklim tropis sehingga memperbesar risiko iritasi kulit pada bayi. Ketiga, adalah penggunaan popok yang salah dan tidak segera dibersihkan saat buang air besar dan kecil. Keempat, infeksi jamur dan bakteri.

“Tidak segera mengganti popok setelah bayi buang air besar merupakan pemicu utama ruam popok. Hal itu karena feses mengandung enzim pencernaan yang bisa dengan mudah membuat iritasi kulit. Menggunakan popok sekali pakai (diaper) melebih daya tampung juga menjadi penyebabnya,” kata dr. Tina Wardhani Wisesa SpKK, saat ditemui dalam acara seminar “Perlindungan Kulit Sensitif Bayi” yang diselenggarakan oleh Huggies di Jakarta, 20 April 2010.

Meskipun dianggap tidak terlalu bermasalah tetapi jika tidak segera diatasi ruam popok bisa berbahaya. Ruam yang gatal dan digaruk bisa terluka dan kulitnya terbuka.

“Kondisi luka yang terbuka bisa memicu tumbuhnya jamur candida lebih banyak, sehingga ruam menjadi lebih parah dan disertai nanah,” kata dr. Tina.

Agar kondisi ruam tidak semakin parah, Anda bisa melakukan pencegahan. Yaitu, segera ganti popok setelah buang air besar, gunakan popok sekali pakai sesuai daya tampung. Lalu, setiap mengganti popok, bersihkan kulit si kecil dengan air yang mengalir dan pastikan tidak ada lagi sisa feses dan urin. (umi)

Sebelum menggunakan popok, pastikan juga alat kelamin dan bokong si kecil sudah dalam keadaan kering. Sebaiknya Anda juga mengggunakan sabun saat mebersihkan feses.

“Saat membersihkan feses sebaiknya jangan hanya menggunakan kapas basah. Tetapi gunakan sabun dan siram dengan air mengalir agar benar-benar bersih,” kata dr. Tina.(vivanews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: