RSS

Membuat Mainan Kertas (ORIGAMI)

24 Jun

Menurut Wikipedia, Origami merupakan sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan. Namun yang begitu populer dan di gemari oleh masyarakat adalah Origami Kertas.

Sebuah situs (http://ayuningtiyas.com/) mengatakan bahwa kata Origami berasal dari bahasa Jepang. Gabungan dari kata oru yang bermakna melipat dan kami yang berarti kertas. Bila kedua kata tersebut digabung, ada perubahan sedikit namun tidak merubah artinya yakni dari kata kami menjadi gami. Sehingga yang terbentuk adalah origami, maksudnya melipat kertas. Saat ini, kata origami telah dikenal dan digunakan di seluruh penjuru dunia untuk menyebut seni melipat kertas.

Aku mulai tertarik pada origami saat anakku, Andra, baru mendapat kertas lipat dari sekolah PAUD nya. Pada awalnya hanya sekedar ingin mengisi waktu luang. Tapi ternyata origami juga bisa dijadikan dekorasi dan tentunya sebagai media pembelajaran untuk anak-anak kita, dan tidak menutup kemungkinan untuk diri kita sendiri.  Sebuah situs internet (http://ferryabdurrahman.blogspot.com) mengatakan bahwa Origami ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya :

1. Anak belajar meniru/mengikuti arahan

Ketika seorang anak mengikuti tahap demi tahap lipatan dengan baik, maka sebenarnya ia telah belajar bagaimana mengikuti petunjuk dan arahan baik dari orang tua, instruktur, maupun dari gambar/foto origami. Dari sanalah ia belajar membuat sesuatu dari cara yang paling mendasar yakni meniru.

 2. Anak belajar berkreatifitas

Origami memang dunia kreatifitas. Begitu banyak model origami, baik model tradisional maupun model dari karya-karya terbaru. Seorang anak tinggal memilih model apa dan mana yang ia sukai. Seiring dengan itu, jika anak sudah mulai mahir melipat dan sudah banyak model yang ia lipat, maka pada saat tertentu nanti akan muncul gagasan ingin membuat sesuatu dari teknik-teknik lipatan yang telah dikenalnya. Ini artinya ia belajar berkreasi untuk menghasilkan sesuatu.

3. Anak belajar berimajinasi

Model origami biasanya juga merupakan miniatur dari makhluk dan benda-benda kebutuhan hidup. Modelnya merupakan hasil dari imajinasi para pembuatnya.Adamodel-model yang sangat jelas atau sangat natural dari bentuk-bentuk atau model-model kehidupan. Namun ia juga kadang begitu abstrak sehingga lebih diperlukan imajinasi yang kuat untuk menangkapnya. Seorang anak akan belajar berimajinasi melalui origami ini. Apalagi ketika ia telah mencoba berkreasi dengan sesuatu bentuk yang baru tanpa meniru atau mengikuti diagramnya.

Teknik Origami identik dengan teknik melipat. Dan yang paling sederhana lipatan valley (lembah). Teknik ini di awali melipat kertas rata dengan ciri jika dikembalikan lagi (tidak dilipat lagi) garis lipatan akan membentuk suatu sungai/lembah. Lipatan dasar lainnya  adalah lipatan mountain (gunung), di mana jika kertas dikembalikan lagi akan membentuk suatu bubungan yang terangkat atau bentukan gunung. Lipatan mountain (gunung) ini jelas berkebalikan dengan lipatan valley (lembah).   Kombinasi-kombinasi dari lipatan-lipatan dasar ini membentuk dasar-dasar dan permulaan bentuk yang dapat digunakan untuk melipat berbagai model. Tentu saja, dalam perkembangannya banyak lipatan kompleks dan teknik-teknik baru yang ditemukan dan dikembangkan kemudian, sesuai dengan pemikiran si pelipat atau untuk lebih umumnya disebut  paperfolder.

Berikut ini coba saya tampilkan sebuah  jenis teknik melipat Origami yang pertama kali saya kuasai dan cukup sederhana

Apabila anda masih penasaran dengan teknik dan bentuk yang lainnya tanya saja mBah Google. Selamat mencoba dan berekspresi….

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: